Eksistensi Isuzu Panther Berhenti Tahun Depan

Kompas.com - 06/02/2020, 09:02 WIB
Isuzu Panther jadi salah satu mobil bekas paling dicari. GridOto.comIsuzu Panther jadi salah satu mobil bekas paling dicari.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) tidak berencana untuk memperpanjang usia Isuzu Panther di Tanah Air. Sang legenda mesin diesel yang sudah berusia kurang lebih 20 tahun ini, terbentur regulasi standar emisi Euro IV.

Sebagaimana diketahui, ketentuan standar Euro IV untuk kendaraan roda empat berbahan bakar diesel bakal berlaku pada 7 April 2021.

Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Menteri LHK Nomor P.20 Tahun 2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Roda Empat atau Lebih Tipe Baru Kategori M, N, dan O.

Baca juga: Punya Banyak Kelebihan, Isuzu Panther Bekas Dijual Mulai Rp 40 Jutaan

Isuzu Panther saat ini dijual mulai harga Rp 40 jutaan.Komunitas Panther Mania Isuzu Panther saat ini dijual mulai harga Rp 40 jutaan.

"Bagi kami Panther ini akan terbentur regulasi mengenai euro IV. Secara teoritis, mesin Panther tidak akan comply dengan standar emisi yang akan berlaku. Jadi saat ini kami masih berpikir bahwa implementasi euro IV sebagai momen yang menentukan," kata General Manager Marketing Isuzu Astra Motor Indonesia Attias Asril kepada Kompas.com, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Terlebih, penjualan Panther terus mengalami pelemahan. Pada 2018, distribusinya masih berada di kisaran 950 unit. Namun tahun lalu hanya mampu mencapai angka 763 unit.

"Pasar otomotif Indonesia mengalami perkembangan. Segmen multi purpose vehicle ( MPV) medium cenderung mengalami penurunan dan beralih ke sport utility vehicle (SUV). Kami memiliki Isuzu mu-X di SUV," kata Attias.

Baca juga: Ini Syarat Panther Bisa Terlahir Kembali di Indonesia

Isuzu Panther Rajanya Diesel Isuzu Panther Rajanya Diesel

"Pasar berubah, maka kami juga harus berubah. Sebagai informasi, Panther itu hari ini tinggal di Indonesia saja," lanjutnya.

Namun Attias enggan untuk menyebut bahwa mu-X akan menggantikan posisi Panther sebagai mobil 'serba bisa'. Selain karena tipenya beda, era kehadiran kedua kendaraan itu juga tidak sama.

"Soal pengganti Panther juga rasanya terlalu berat buat produk barunya sendiri. Jadi realistis saja, kita kan punya mu-X, jadi kami akan dorong itu," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X