Ini Syarat Panther Bisa Terlahir Kembali di Indonesia

Kompas.com - 12/12/2019, 16:22 WIB
Isuzu Panther Rajanya Diesel Isuzu Panther Rajanya Diesel
|

KARAWANG, KOMPAS.com - PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) masih belum bisa memastikan generasi baru Isuzu Panther di Tanah Air. Mobil yang dijuluki rajanya diesel tersebut tersandung berbagai hal.

Keiji Takeda, Vice President Director PT IAMI mengatakan, tantangan terbesar yang dihadapi untuk model Panther ialah peraturan standar emisi Euro IV dan volume penjualan.

"Pada 2021 mendatang, akan dimulai regulasi Euro IV di Indonesia. Jika sudah masuk situ, maka mesin dan sasis harus dilakukan penyesuaian. Oleh sebab itu, kita masih memerlukan waktu di samping volume penjualannya," kata Takeda di Kawasan Industri Suryacipta, Karawang, Jawa Barat, Kamis (12/12/2019).

Baca juga: Jokowi Lepas Ekspor Perdana Isuzu Traga

Isuzu Panther Smartkompas.com Isuzu Panther Smart

Berdasarkan catatan Isuzu, saat ini produksi Panther tiap bulan mencapai 300 unit. Jika ingin melakukan perubahan model secara besar-besaran, maka produk bersangkutan harus mencapai nilai ekonomi yang ditentukan dalam volume penjualan.

"Paling sedikit ialah 3.000 sampai 5.000 penjualannya. Berarti kita harus ekspor, tidak bisa mengandalkan pasar domestik saja. Isuzu sedang mencari berbagai kemungkinan ini," ujar Keiji.

Lagipula, lanjut dia, Isuzu tidak seperti pabrikan besar seperti Toyota maupun Daihatsu yang berfokus pada kendaraan penumpang. Merek asal Jepang ini mengandalkan kendaraan niaga dalam bisnisnya di Indonesia.

Baca juga: Penjualan Tumbuh Signifikan, Isuzu Indonesia Ingin Jadi Basis Ekspor

 

Isuzu Traga jalani ekspor perdana di Karawang, Jawa Barat, Kamis (12/12/2019)KOMPAS.com/Ruly Isuzu Traga jalani ekspor perdana di Karawang, Jawa Barat, Kamis (12/12/2019)

"Produk fokusan kami banyak, mulai dari LCV (Low Commercial Vehicle) sampai truk besar. Produk utama kita ada di kendaraan niaga, setelah itu baru passanger car. Jadi memang cukup sulit, tapi bukan berarti kita tinggalkan pasar tersebut," katanya.

"Saat ini kita masih jual Panther yang masih standar Euro II dan diproduksi dalam negeri. Ke depannya, kami masih belum tentukan akan seperti apa," ucap Keiji lagi.

Berdasarkan catatan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), popularitas Panther yang ditunjukkan dengan penjualan retail mengalami penurunan sebesar 17,2 persen, atau menjadi 950 unit sepanjang 2018. Sementara penjualan secara wholesales pada Januari-September 2019 adalah 539 unit.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X