Builder Motor Custom Tanggapi Wacana Elektrifikasi Motor Tua

Kompas.com - 06/02/2020, 07:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian melalui Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan (IMATAP) Putu Juli Ardika, mengatakan, pemerintah berencana untuk melegalkan elektrifikasi motor tua. Tujuannya adalah untuk menghilangkan ketergantungan terhadap bahan bakar jenis fosil.

"Jadi kami dorong motor yang sudah tidak diproduksi lagi agar dikonversi menjadi motor listrik. Karena emisinya juga tinggi, dan tingkat keamannya sudah tidak aman lagi," ujar Putu dalam acara Kick-Off IMX 2020 di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (5/2/2020).

Baca juga: 5 Pabrikan yang Punya Motor Listrik tapi Masih Sangsi

Putu menambahkan, pemerintah sedang mempersiapkan standarnya. Lalu, akan dilakukan juga sertifikasi bengkel dan modifikatornya dan keahlian di bawahnya.

Motor listrik custom bisa jadi tantangan untuk para builderbikeexif.com Motor listrik custom bisa jadi tantangan untuk para builder

Lulut Wahyudi, builder dari Retro Classic Cycles, mengatakan, dirinya berharap rencana tersebut bisa direalisasikan. Bukan hanya sebagai wacana semata.

"Untuk mengkonversi ke listrik itu tidak serta merta mudah. Konversi ke tenaga listrik juga harus jelas aturannya. Saya menyambut baik jika memang ingin direalisasikan, tapi jangan sampai hanya wacana saja," ujar Lulut, ketika dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Direktur Kustomfest tersebut juga menambahkan, pemerintah sebaiknya membuat road map, langkah apa yang ingin dilakukan. Jadi, teman-teman pelaku dunia custom bisa mengikuti atau bahkan bersinergi.

Baca juga: Motor Listrik Tidak Sepenuhnya Bebas Perawatan

Andi Akbar, builder dari Katros Garage, mengatakan, dirinya kurang setuju terhadap rencana pemerintah tersebut. Sebab, motor tua adalah motor yang antik. Jadi, tidak akan ada harganya jika diubah ke motor listrik.

"Sebab, motor antik itu kan juga dinilai dari orisinalitasnya. Selain itu, kalau misalkan motor-motor tahun '90-an dijadikan motor listrik, ya sama saja, mengurangi nilai historikal dari motor itu sendiri," kata pria yang akrab disapa Atenk tersebut.

Atenk menambahkan, kecuali motor yang dimaksud tua ini benar-benar sudah rusak atau rongsokan dan tidak bisa diselamatkan lagi mesinnya.

"Daripada dibuang, lebih baik dijadikan motor listrik. Kalau seperti itu, saya setuju," ujar Atenk.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.