Harga Moge Turun Lebih Murah 25 Persen, Tapi Sabar Dulu

Kompas.com - 26/12/2019, 08:22 WIB
Harley-Davidson memperkenalkan dua varian terbarunya di IIMS 2019. Donny Dwisatryo PriyantoroHarley-Davidson memperkenalkan dua varian terbarunya di IIMS 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Aturan terbaru harmonisasi skema Pajak Penjualan Atas Barang Mewah ( PPnBM) untuk kendaraan bermotor di Indonesia sudah resmi dikeluarkan pemerintah. Dalam aturan yang baru ini, tarif PPnBM akan mengalami perubahan.

Aturan yang dimaksud tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 Tahun 2019 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai PPnBM. Kebijakan ini akan mulai diberlakukan pada 16 Oktober 2021.

Baca juga: Sempat Diragukan, Harley Asal Thailand Diklaim Tuai Respons Positif

Pada Bab V Kendaraan Bermotor Lainnya, Pasal 40 menuliskan bahwa Kelompok Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah berupa kendaraan bermotor yang dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah dengan tarif sebesar 95% (sembilan puluh lima persen) merupakan: b. kendaraan bermotor beroda 2 (dua) atau 3 (tiga) dengan kapasitas isi silinder lebih dari 500 (lima ratus) cc.

Parkir motor khusus moge mulai menjamur di beberapa lokasi incaran para bikerseva.id Parkir motor khusus moge mulai menjamur di beberapa lokasi incaran para biker

Sahat Manalu, Dealer Principal Anak Elang Harley-Davidson of Jakarta, mengatakan, pihaknya menyambut baik kebijakan yang baru dari pemerintah. Namun, dengan diumumkannya kebijakan ini bisa membawa efek samping.

"Kalau dibilang akan meningkatkan penjualan, itu berlaku nanti setelah berlaku. Tapi kalau sekarang justru stagnan, orang cenderung menunggu hingga peraturan yang baru berlaku," ujar Sahat, ketika dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Sahat menambahkan, Harley-Davidson melihat penurunan tarif PPnBM ini cukup signifikan. Meskipun, tarifnya masih lebih tinggi dibandingkan dengan kebijakan yang dulu.

Baca juga: Diler Harley Tanggapi Fenomena Ribuan Moge Tak Bayar Pajak

"Dari 125 persen menjadi 95 persen, 30 persen itu lumayan sekali. Walaupun, masih lebih mahal dibanding yang dulu, saat masih 75 persen," kata Sahat.

Menurutnya, kalau penurunan secara harga, mungkin bisa 25 persen turun dari harga sekarang. Masalahnya, penurunan tersebut baru akan terjadi di Oktober 2021, saat peraturannya berlaku.

Sekarang ini, besaran tarif PPnBM kendaraan bermotor masih mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 33/PMK.010/2017.

Berdasarkan peraturan tersebut, tarif PPnBm 125% diberlakukan untuk kelompok kendaraan bermotor roda dua dengan kapasitas isi silinder lebih dari 500 cc yang terdiri dari, sepeda motor (termasuk moped) dan sepeda yang dilengkapi dengan motor tambahan, dengan atau tanpa kereta pasangan sisi, termasuk kereta pasangan sisi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X