Hindari Polisi Gadungan, Ini Hak Pengguna Jalan Ketika Razia

Kompas.com - 16/07/2018, 17:38 WIB
Seorang pengendara mobil dirazia karena tidak memiliki STNK dan belum memiliki plat nomor resmi. Ia mendapat surat tilang di Jalan Raya Kalibata, Jakarta Selatan pada Selasa (24/4/2018).RIMA WAHYUNINGRUM Seorang pengendara mobil dirazia karena tidak memiliki STNK dan belum memiliki plat nomor resmi. Ia mendapat surat tilang di Jalan Raya Kalibata, Jakarta Selatan pada Selasa (24/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Secara aturan yang berlaku bahwa pelaksanaan penindakan pelanggaran lalu lintas digolongkan menjadi dua bagian, yaitu penindakan bergerak/hunting dan di tempat/stationer.

Penindakan bergerak itu sendiri bersifat penindakan ofensif atau terhadap pelanggaran yang tertangkap tangan. Petugas pun tidak perlu dilengkapi surat perintah tugas. Sementara cara kedua wajib dilengkapi dengan surat perintah.

Dalam Pasal 22 ayat (1) dan (2) PP 80/2012, maka Petugas Kepolisian yang memberhentikan kendaraan bermotor dan memeriksa surat-surat pada dasarnya wajib memasang tanda yang menunjukkan adanya pemeriksaan kendaraan.

Lebih lanjut, tanda tersebut harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga mudah terlihat oleh pengguna jalan (Pasal 22 ayat (4) PP 80/2012).

Anda sebagai pengendara memiliki hak menolak untuk diperiksa apabila polisi yang memberhentikan kendaraan tidak memperhatikan ketentuan-ketentuan yang berlaku, terutama soal identitas petugas.

Baca juga: Bolehkah Polisi Razia di Jalanan Kampung?

Nah, agar masyarakat tidak mudah tertipu dengan adanya polisi gadungan, maka secara aturan juga punya hak dan kewajiban ketika diberhentikan oleh petugas polisi.

Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Benyamin menjelaskan, masyarakat bisa menanyakan penggunaan nama petugas pada rompi, dan tanya kesalahan apa yang dilakukan kepada polisi yang bersangkutan.

Selain itu, kata Benjamin silahkan tanya juga mengenai dari kesatuan, polres, atau polsek mana. Biasanya juga bisa dilihat di lengan kiri atas baju polisi tersebut.

"Supaya tidak tertipu, kalau memang melanggar sekaligus saja minta ditilang lengkap dengan surat tilang," ujar Benjamin saat dihubungi Kompas.com, Senin (16/7/2018).


Terkini Lainnya

Simak Kemewahan Baru Nissan Serena

Simak Kemewahan Baru Nissan Serena

Produk
Ini 10 Perbedaan Nissan Livina dan Xpander

Ini 10 Perbedaan Nissan Livina dan Xpander

News
Intip Fitur Nissan Livina Xpander

Intip Fitur Nissan Livina Xpander

News
Mesin Livina Sama Seperti Xpander

Mesin Livina Sama Seperti Xpander

News
New Serena Meluncur Bareng Livina Xpander

New Serena Meluncur Bareng Livina Xpander

News
Nissan Livina Xpander Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp 198,8 Juta

Nissan Livina Xpander Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp 198,8 Juta

News
Hyundai Luncurkan Varian Tertinggi Santa Fe di Indonesia

Hyundai Luncurkan Varian Tertinggi Santa Fe di Indonesia

Produk
Ada Regulasi, Ojol Legal Sebagai Transportasi Umum?

Ada Regulasi, Ojol Legal Sebagai Transportasi Umum?

News
Tilang Elektronik di Depok itu Hoaks

Tilang Elektronik di Depok itu Hoaks

News
Diserang SUV China, Ini Reaksi Honda

Diserang SUV China, Ini Reaksi Honda

News
Bulan Depan Regulasi Ojek 'Online' Terbit

Bulan Depan Regulasi Ojek "Online" Terbit

News
Nissan Livina Rasa Xpander Meluncur Siang Ini

Nissan Livina Rasa Xpander Meluncur Siang Ini

News
Ini Dia Komunitas Resmi Honda Forza

Ini Dia Komunitas Resmi Honda Forza

Komunitas
Kata Honda soal Turunnya Penjualan di 2018

Kata Honda soal Turunnya Penjualan di 2018

News
Beli Land Rover Discovery 3.0L Antre 6 Bulan

Beli Land Rover Discovery 3.0L Antre 6 Bulan

News

Close Ads X