Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/10/2017, 15:22 WIB
Penulis Stanly Ravel
|
EditorAzwar Ferdian

Jakarta, KompasOtomotif - Sampai saat ini masih banyak masyarakat yang tidak mengindahkan regulasi lalu lintas mengenai penggunaan lampu rotator. Seperti diketahui, lampu jenis ini hanya boleh digunakan oleh petugas kepolisian, ambulans, pemadam kebakaran, mobil jenazah, mobil tahanan, serta mobil patoril jalan tol.

Penyalahgunaan rotator tidak lepas dari peredaran yang mudah di dunia aftermarket. Karena itu, masyarakat bisa dengan bebas mengkonsumsi, bahkan menggunakan dengan semena-mena.

Ketika menanyakan soal perizinan dan ketersediaan rotator, beberapa pedagang mengaku sudah jarang mendapat pesanan.

"Sekarang sudah tidak stok, karena memang sifatnya tidak dijual umum jadi by order saja. Mereka yang mau pakai, biasanya harus ada izin, tapi kalau konsumen datang ke toko ya kita tidak bisa larang, tapi kita tanya dulu untuk apa dan kita ingatkan soal regulasinya," ucap Melky dari toko aftermarket Watashiwa di MGK Kemayoran kepada KompasOtomotif, Senin (9/10/2017).

Baca : Waktu Tepat Nyalakan Lampu Mobil Tanpa Langgar Hukum

Penggunaan lampu polisi dan sirine semakin ditindak tegas.bonsaibiker Penggunaan lampu polisi dan sirine semakin ditindak tegas.

Menurut Melky, secara regulasi memang rotator tidak boleh digunakan dan dijual secara umum. Namun sayangnya regulasi terebut tidak dibarengi dengan pengawasan.

"Biasa ambil barang dari China. Karena ada regulasi jadi kita tidak pajang, tapi sebenarnya percuma juga karena meski ada aturan tapi tidak ada pengawasan, kalau memang dijalankan pasti rotator tidak akan sampai ke pasar aftermarket," ujar Melky.

Selain Melky, Iwan pemilik toko aksesori otomotif di kawasan Senen, Jakarta Pusat juga mengatakan hal senadar. Menurut Iwan meski sampai saat ini masih ada peminat lampu rotator namun sudah tidak sebanyak seperti dua atau tiga tahun lalu.

"Setahu saya sudah jarang toko yang langsung sedia rotator, biasaya yah pesan dulu karena mulai banyak razia dari polisi. Dulu sih kita ikutan jual karena memang ada peminatnya banyak, bahkan sampai ada dari kalangan anggota yang juga pesan," ujar Iwan di waktu yang sama.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.