M Wahab S
Pengamat F1 dan Otomotif Nasional

Komentator F1, penulis lepas, founder Forum Komunikasi Klub dan Komunitas Otomotif Indonesia (FK3O), Manager Operasional Shop & Drive PT Astra otoparts Tbk (1999 - 2001), General Manager PT Artha Puncak Semesta Indonesia. Akun twitter : @emwees.

kolom

Menikmati Sihir Verstappen dan Kearifan Lokal

Kompas.com - 30/08/2017, 07:20 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
EditorAris F Harvenda

Perjalanan karir Max sampai 2016 memang cukup menakjubkan dengan segala macam kontroversinya, tetapi di musim 2017 ini bukan musim yang mudah. Dari 12 seri yang sudah berjalan, Max baru 1 kali podium di GP Shanghai, dan baru mencetak 67 poin serta 6 kali tidak finish (DNF : Did Not Finished). Cukup mengkhawatirkan menurut saya apalagi dia duduk di tim papan atas meskipun bukan tim terbaik di musim ini.

Cukup menarik untuk diamati adalah daya tarik seorang Max Verstappen untuk para penggila F1 di daratan Eropa. Warna merah (baca : Ferrari) yang biasanya mendominasi di setiap balapan seakan tertelan lautan orange yang selalu kompak dan riuh. Jika melihat langsung suasana di sekitar sirkuit atau menilik grand stand di Redbull Ring (Austria), Silverstone (Inggris), Spa Francorchamps (Belgia) atau bahkan di Hungaroring (Hungaria), niscaya Anda percaya bahwa tim nasional sepakbola Belanda akan segera berlaga di sirkuit tersebut. Sungguh luar biasa daya magis Max di mata fans F1 daratan Eropa.

Anak bangsa

Terbesit rasa iri saya kepada mereka, meskipun kita sudah cukup bangga karena musim lalu ada wakil anak bangsa, Rio Haryanto yang berlaga di F1, saya berharap segera muncul penerus. Paling realistis saat ini tentunya harapan bertumpu kepada Sean Gelael, yang saat ini berlaga di F2 dengan Tim Pertamina Arden dan juga test driver STR.

[Baca juga : Sean Gelael Jadi Pebalap Scuderia Toro Rosso]

Benar bahwa Indonesia bukan negara yang kental dengan tradisi balap, tetapi dibanding Hungaria yang menjadi tuan rumah balapan F1 sejak 1986 sampai sekarang hanya mempunyai 1 pebalap F1, Zsolt Baumgartner. Kondisi negara tetangga kita, Malaysia, tidak lebih baik. Selain Alex Yoong yang sudah menjadi masa lalu, musim ini adalah balapan F1 terakhir di Sirkuit Sepang akibat dukungan sponsor yang terbatas.

Populasi penduduk Belanda kurang dari 7 persen dari Indonesia. Saya bermimpi suatu saat kita bisa sefantastis mereka, dalam mendukung siapapun yang bisa mengharumkan nama Indonesia di dunia international.

Saya sangat bangga Indonesia dan Jayalah Indonesiaku...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.