Potret Otomotif ASEAN di 2016

Kompas.com - 24/12/2015, 08:02 WIB
Ilustrasi IIMS Stanly/OtomaniaIlustrasi IIMS
|
EditorAgung Kurniawan

Bangkok, KompasOtomotif - Lesunya pasar otomotif tahun ini yang terasa di negara otomotif besar di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) memengaruhi total performa tahunan. Seperti diberitakan Bangkok Post, Senin (21/12/2015), para pelaku industri memprediksi kalau total pasar ASEAN tahun ini turun 6 persen dengan pencapaian 3 juta unit.

Presiden Ford for ASEAN Mark Kaufman hasil pada 2015 relatif tidak berubah sampai tahun depan. Berbagai masalah tetap melanda ASEAN dan terus menekan industri otomotif pada 2016, terutama karena kondisi ekonomi.

Salah satu penyumbang terbesar ASEAN selain Indonesia, Thailand, dipercaya tetap mengalami penurunan penjualan mobil karena pajak baru yang diatur oleh level emisi karbondioksida akan diterapkan mulai 2016. Beban baru itu bakal memengaruhi harga mobil di pasaran dan penjualan domestik.

Performa ASEAN

Menurut data Asean Automotive Federation, penjualan mobil baru pada 2012 mencapai 3,47 juta unit atau meningkat 34 persen dibanding 2013. Lonjakan itu terpicu dari permintaan domestik Indonesia yang membaik setelah krisis moneter pada 2008 dan skema insentif first time car buyer yang digerakan Thailand.

Menuju 2013, volume kembali meningkat, kenaikan 2,31 persen mendorong total penjualan menjadi 3,55 juta unit di ASEAN. Peningkatan itu didapat dari kinerja Indonesia yang bertumbuh tapi beraura negatif sebab didapat dari penundaan distribusi unit hasil program first time car buyer dari Thailand.

Pengamat otomotif pernah mengatakan program first time car buyer seperti mencuri penjualan mobil pada masa depan. Hasilnya dirasakan pada 2014, para manufaktur di Thailand tidak bisa meningkatkan penjualan sebab produksi masih berusaha memenuhi permintaan yang tertunda.

Pada 2014, Thailand turun 33,7 persen menjadi 881.832 unit. Sedangkan di Indonesia hanya turun dua persen menjadi 1,21 juta unit. Efeknya, penjualan mobil di ASEAN drop 10,1 persen menjadi 3,19 juta unit.

2015

Selama 10 bulan 2015 total ASEAN tetap menurun, berkurang 6,2 persen dibanding periode yang sama pada 2014 menjadi 2,49 juta unit.

Masih di periode yang sama, Indonesia tergerus 17,9 persen (853.008 unit), Thailand turun 13,6 persen (621.742 unit), Malaysia minus 1 persen (541.142 unit), Brunei Darussalam anjlok 20,2 persen (12.157 unit). Peningkatan hanya terjadi di Filipina, tumbuh 22,4 persen (234.951 unit) dan Vietnam melesat 59 persen (164.571 unit).

Chairman Federation of Thai Industries Ong-arj Pongkijworasin sebagai asosiasi otomotif menduga performa Filipina dan Vietnam akan tetap membaik pada 2016 karena didukung derasnya investasi asing.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X