Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 13/01/2023, 15:12 WIB

SEMARANG,KOMPAS.com – Mobil modern sudah dilengkapi dengan electronic contol unit (ECU) sebagai pusat kontrol kelistrikan, mesin, transmisi, dan komponen lainnya. Bahkan, sistem ini juga dapat direset ulang ketika ada yang bermasalah.

Bahkan banyak yang beranggapan kalau reset ECU memiliki beragam keuntungan di antaranya, konsumsi bahan bakar dapat di sesuaikan ulang, hal itu diklaim sebagai solusi alternatif memperbaiki masalah-masalah pada mesin. Lantas, kapan waktu ideal untuk mereset ECU?

Menurut Kepala Bengkel Astra Daihatsu Majapahit Semarang Sapto Pamungkas, tak ada aturan. Reset ECU dapat dilakukan tergantung kebutuhan. Sejumlah komponen kelistrikan mesin dan di dalam kabin memang secara berkala juga membutuhkan refresh.

“Kalkulasi bahan bakar, udara, dan timing pengapian akan diatur ulang. Hasilnya berbeda, tapi memang butuh waktu untuk mendapat hasil yang terbaik. ECU akan membaca gaya mengemudi, terutama pola injakan pedal gas. Sistem pembakaran beradaptasi, kebutuhan BBM dan udara dihitung secukupnya, biar makin efisien,” tutur Sapto.

Baca juga: Apakah Membiarkan Aki Mobil Tekor Bisa Merusak Komponen Lain?

Selain nilai plus tersebut, perlu di garis bawahi, reset ECU bakal berdampak ke beberapa perangkat elektronik di dalam kabin.

Maka dari itu, Sapto menyarankan hal pertama yang dilakukan setelah setelan berubah adalah kembali menyetel masing-masing komponen penting.

Mekanik Astra Daihatsu Majapahit sedang melakukan cek kondisi aki. Dicky Aditya Wijaya Mekanik Astra Daihatsu Majapahit sedang melakukan cek kondisi aki.

Sebab, komponen kelistrikan seluruhnya di atur oleh ECU, Sapto menyebut butuh waktu untuk sinkronisasi agar normal seperti sediakala. Tentu, hal tersebut bagi sebagian pemilik mobil dianggap merepotkan dan merugikan diri sendiri.

“Pro dan kontra, ada yang bilang itu penting dan mending tidak dilakukan. Reset ECU juga biasa dilakukan ketika memang ada kerusakan, entah saat ditemukan diagnotics trouble code (DTC) atau check engine nyala. Malah bisa dikatakan nanti nyetel komponen-komponen dari nol lagi. Ribet dan cukup sulit, maka banyak yang akhirnya, yaudah biar setelan asli mobil aja,” tuturnya.

Kepala Bengkel Honda Siliwangi Semarang Teguh Dwi Harianto menjelaskan, reset ECU boleh dilakukan secara terbatas, istilahnya ada hal-hal negatif yang sebaiknya dihindari. Ada komponen-komponen kelistrikan yang berubah, dan penyesuaian teknis yang terjadi juga berisiko.

“Kalau Honda tidak kita anjurkan pak, rawan dan untuk masalah kerusakan apapun itu sudah kewenangan bengkel resmi. Garansi dan lain-lain bisa hangus bila murni kesalahan di lakukan sendiri,” ucap Teguh saat dihubungi Kompas.com, Jumat (13/1/2023).

Baca juga: Permintaan Membeludak, Honda Siapkan HR-V dengan Seri Warna Monochrome

Komponen kelistrikan hingga mesin terbilang sensitif, kata Teguh, aki sebagai kelistrikan utama, kebutuhan arus dan setelan sejumlah komponen kemungkinan akan terdampak langsung. 

Speedometer Toyota bZ4XKompas.com Speedometer Toyota bZ4X

“ECU, dan audio, dua komponen saja untuk setting-nya susah. Apalagi lebih. Maka, aki kan disarankan jangan sampai dilepas selama masa garansi. Kecuali, memang jika ada trouble tertentu di kelistrikan. Ganti aki saja garansi bisa hangus, karena Honda enggak berani main-main sama aki,” kata dia.  

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.