Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 01/12/2022, 10:31 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Pasar mobil bekas masih cukup menjanjikan. Bahkan dianggap alternatif yang tepat bagi sebagian orang lantaran menawarkan harga yang terjangkau.

Khusus segmen multi purpose vehicle (MPV) bekas, pasarnya di berbagai daerah sampai saat ini cukup stabil. Keunggulan utamanya adalah akomodasi penumpang yang luas dan kenyamanan.

Dengan modal Rp 50 jutaan, tersedia berbagai pilihan merk MPV bekas yang tentu dengan kondisi layak dan pantas diandalkan. 

"Ada Kijang Kapsul 2000-an, Mitsubishi Kuda, dan kadang-kadang Nissan Grand Livina 2007 - 2008," kata Kabul Santoso, pedagang mobil bekas dari Demak kepada Kompas.com, Rabu (30/11/2022). 

Baca juga: Lakukan Ini Jika Lampu Mobil Mati Saat Berkendara Malam Hari

Ketiganya dijadikan sebagai alternatif mobil bekas lantaran cocok digunakan berbagai kalangan. Menurut Kabul, perawatan MPV juga mudah dan banyak bengkel umum yang juga bisa menanganinya.  

Bursa mobil bekas Carsentro Semarang Dicky Aditya Wijaya Bursa mobil bekas Carsentro Semarang

Terlebih untuk pasar di daerah, prioritasnya adalah mobil yang muat banyak barang dan penumpang. Bahkan Kabul mengatakan, beberapa membeli untuk kendaraan operasional seperti antar jemput sekolah. 

"MPV terkenal kuat, bisa dibawa kemana pun, penumpang juga muat banyak. Murah meriah, bensin irit, suku cadang gampang. Nilai guna itu yang dibeli konsumen, fungsional dan realistis," kata dia. 

Sementara itu, pemilik showroom mobil bekas Sudirman Motor Purwodadi Sutarno mengatakan, MPV bekas harga Rp 50 juta penjualan terbaik masih dipegang Kijang dan Panther.

Kedua model tersebut banyak disukai karena terkenal mesin diesel dan bensinnya tahan banting. 

Baca juga: Awas Tertipu, Kenali Beda Busi Nikel, Iridium, dan Platinum

Pilihan mobil bekas harga Rp 30 jutaanDicky Aditya Wijaya Pilihan mobil bekas harga Rp 30 jutaan

"Kijang kapsul LGX, LSX, dan Panther banyak dicari. Mobilnya bandel, luas dan bertenaga. Bujet Rp 45 juta - Rp 50 jutaan untuk tahun sekitar 1996-2001," kata dia. 

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.