Kompas.com - 11/11/2022, 09:31 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Oli jadi kunci menjaga kesehatan komponen yang ada di dalam mesin mobil. Pelumasan yang baik membuat usia pakai beberapa mekanis jauh lebih panjang. 

Hal itu kemudian mempengaruhi performa bahkan sampai efisiensi bahan bakar. Meskipun demikian, khusus mobil dengan jarak tempuh yang tinggi banyak kasus harus rutin menambahkan oli karena adanya penguapan.

Tapi, walau menggunakan oli dengan spesifikasi yang sama, belum tentu aman tercampur dengan yang lama di dalam mesin. 

Hal tersebut karena kualitas oli mesin yang telah digunakan sudah menurun dan terkontaminasi partikel gram besi akibat gesekan komponen.

Baca juga: Amankah Mencampur Oli Mesin Mobil Beda Merek?

Pelumas mesin baru yang dicampurkan dalam durasi singkat akan langsung berubah menyesuaikan dengan oli yang lama. 

Ganti oli mesin Innova Community Ganti oli mesin

"Oli yang masuk mesin mobil akan otomatis berdaptasi, kualitasnya menurun untuk bisa melumasi komponen mekanikal secara maksimum. Jika tidak berubah oli baru dan oli lama tidak bisa menyatu, ada gap yang memisahkan," kata Kepala Bengkel Nissan Setyabudi Semarang Andika Herda Permana kepada Kompas.com, Kamis (10/11/2022). 

Takaran oli mesin baru yang komposisinya lebih banyak berdampak negatif. Hal itu bisa mempercepat keausan komponen dan bikin ritme mekanikal mesin mobil bertambah berat. 

Sebelumnya mesin mobil bekerja menyesuaikan dengan model skema sirkulasi oli lama, yang diatur electronic control unit (ECU). Sirkulasi kebutuhan pelumas dari carter sampai antar komponen tingkat viskositas standar datanya sudah lengkap. 

"Di luar itu, mesin tidak bisa menyesuaikan data kebutuhan oli untuk pelumasan. Komponen mekanis seperti piston, ring piston, dan klep bisa gampang aus," kata dia. 

Baca juga: Naik 33 Persen, Sigra Masih Mendominasi Penjualan Daihatsu

Deretan pelumas yang dipasarkan Cakra Motor 11Cakra Motor 11 Deretan pelumas yang dipasarkan Cakra Motor 11

 

Terlebih, kata dia, jika angka penguapan cukup tinggi, banyak pemilik yang sengaja menambahkan oli baru melebihi kapasitas maksimum. Volume oli yang terlalu banyak bisa menyebabkan pompa oli macet. 

 

"Itu cara membuat penguapan mesin yang tinggi bisa diredam dengan maksimal. Penguapan teratasi, hanya saja mengorbankan konsekuensi kerusakan pompa oli yang berdampak fatal bagi mesin. Macetnya pompa oli bisa membuat ritme putaran komponen mekanis berhenti mendadak, bahkan bisa ambrol," terangnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.