Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 31/10/2022, 07:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Krisis cip semikonduktor yang berujung inden unit berbulan-bulan di Indonesia diklaim mulai bisa teratasi oleh para produsen sepeda motor.

Hal ini diungkap oleh Kusharijono, Direktur PT Astra Otoparts, dalam webinar The Indonesia 2023 Summit: Rebuild the Economy, yang dilansir Minggu (30/10/2022).

“Di tahun 2022, kalau kita bicara motorcycle sangat terpengaruh oleh masalah semikonduktor. Kita bisa lihat di tahun ini, produksi dan sales lebih kecil dibandingkan tahun lalu,” ujar Kusharijono.

Baca juga: Bebek Lawas Honda Supra Fit Masih Ada, Dijual Rp 11 Jutaan

Ilustrasi cip semikonduktor yang menjadi salah satu komponen otomotif,PAULTAN.org Ilustrasi cip semikonduktor yang menjadi salah satu komponen otomotif,

Demand sebenarnya lebih besar, tetapi suplai karena masalah semikonduktor lebih kecil dibandingkan tahun lalu,” kata dia.

Meski begitu pada semester kedua tahun ini, masalah kelangkaan semikonduktor itu mulai dapat penggantinya.

“Sampai akhir tahun ini kelihatannya produksi aman, informasi dari customer kami, OEM. Dan juga sampai kuartal pertama tahun depan. Mudah-mudahan kalau demand-nya masih cukup, ya mestinya tidak ada masalah di tahun depan,” ucap Kusharijono.

Baca juga: Pecco Bakal Jadi Orang Italia Pertama yang Juara MotoGP Setelah Era Rossi

“Tapi apakah tahun depan bisa kembali seperti tahun 2019? Seperti sebelum pandemi. Kelihatannya mungkin tidak bisa kembali seperti itu. Mungkin sedikit di bawah 2019 untuk motorcycle,” ujar dia.

Kusharijono menambahkan, industri roda dua sebetulnya mulai bangkit pada 2021. Namun pada semester pertama 2022, terkena imbas krisis cip semikonduktor.

“Sama saja pada dasarnya (dengan roda empat), tapi tidak ada insentif PPnBM. Karena harganya cukup terjangkau sebenarnya sepeda motor,” kata Kusharijono.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.