Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ada Ancaman Resesi di 2023, Subaru Indonesia Yakin Tetap Kokoh

Kompas.com - 30/10/2022, 14:16 WIB
|

BANDUNG, KOMPAS.com - Pemerintah RI berulang kali memperingatkan adanya ancaman resesi di tahun depan, yang membuat sektor ekonomi dunia 'gelap'. Hal tersebut disebabkan beberapa faktor seperti inflasi yang tak terkendali.

Peringatan itu tentu menjadi perhatian tersendiri bagi para pelaku bisnis yang berada di dalam negeri. Tidak terkecuali, industri otomotif yang sedikit-banya masih bergantung dengan negara lain.

Meski begitu, Chief Operating Officer Subaru Indonesia Arie Christopher tetap percaya bahwa industri di Indonesia masih tetap maju. Terkhusus pada bisnis Subaru yang baru saja kembali ke Tanah Air pertengahan 2022 kemarin.

Baca juga: Alphard Penyok Senggolan dengan Odong-Odong

Media test drive bersama Subaru XV dan Subaru Forester pada acara ForestXVenture, 26-27 Oktober 2022.dok.Subaru Media test drive bersama Subaru XV dan Subaru Forester pada acara ForestXVenture, 26-27 Oktober 2022.

"Saya rasa, kita harus optimis menghadapi tahun depan. Lagipula Subaru ini merupakan produk otomotif yang niche dan kebanyakan orang-orang dalam segmen tersebut tidak terlalu berdampak apabila terjadi resesi," kata dia saat ditemui di Bandung, Jawa Barat belum lama ini.

"Jadi, kita tetap optimis dengan terus memperhitungkan dan melihat seluruh parameter makro dan mikro ekonomi yang berkembang," lanjut Arie.

Di samping itu, dari sisi suplai kendaraan dari Subaru Jepang, dinyatakan bila sampai pada akhir 2023 ialah aman. Sebab pihak Subaru Indonesia dan prinsipal sudah memutuskan rencana jangka mengengah untuk pasokan unit.

Baca juga: Subaru Indonesia Menolak Jualan Mobil 7-Penumpang

Media test drive bersama Subaru XV dan Subaru Forester pada acara ForestXVenture, 26-27 Oktober 2022.dok.Subaru Media test drive bersama Subaru XV dan Subaru Forester pada acara ForestXVenture, 26-27 Oktober 2022.

Untuk diketahui, saat ini seluruh kendaraan baru dari Subaru Indonesia yang dipasarkan merupakan impor langsung (completely built-up) dari Jepang, baik Subaru BRZ, Subaru XV, maupun Subaru Forester.

"Sampai tahun depan rasanya suplai CBU kita sudah terkonfirmasi dari pihak prinsipal (Jepang), aman. Jadi the whole 2023 aman," ucap dia.

Artinya, tambah Arie, meski terjadi ketidakpastian ekonomi pada 2023 mendatang bisnis Subaru di Tanah Air dipercaya akan tetap kokoh terkhusus pada sisi permintaan (demand) dan pasokkannya (suplai).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.