Kompas.com - 05/10/2022, 10:02 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Tren elektrifikasi tidak hanya merambah pada kendaraan baru saja. Dalam dunia kustom motor, virus ini telah menjangkiti pemodifikasi domestik maupun internasional.

Lulut Wahyudi, Director Kustomfest, mengakui, tren elektrifikasi sudah menyebar ke berbagai sektor industri, salah satunya modifikasi motor.

Seperti diketahui, pada penyelenggaraan Kustomfest 2022, kehadiran Electric Chopper Bike yang menjadi lucky draw, telah menyita perhatian para penikmat modifikasi.

Baca juga: Catat, Ini Ruas Tol yang Dipasang Kamera ETLE

Motor listrik custom di Kustomfest 2022KOMPAS.com/STANLY RAVEL Motor listrik custom di Kustomfest 2022

“Di Kustomfest ada kelas khusus, exhibition electric bike, harapannya jadi trigger itu saja,” ujar Lulut di Yogyakarta (1/10/2022).

“Nanti akan ada builder-builder lain yang kemudian bikin chopper, bikin cafe racer, pakai motor elektrik. Kan Kustomfest selalu jadi kultur, selebihnya kami harap teman-teman yang menge-lead,” kata dia.

Menurutnya, tren motor kustom yang dikonversi menjadi tenaga listrik sudah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu, dan bakal menjadi salah satu cabang yang diminati modifikator.

Baca juga: Begini Cara Blokir STNK Kendaraan yang Sudah Dijual

“Orang Jepang yang awal-awal itu Yoichi Yoshizawa, dia itu bikin motor elektrik. Kemudian Kaichiroh Kurosu, itu juga bikin. Yoichi bikin itu dua tahun lalu,” ucap Lulut.

Meski begitu, tren elektrifikasi tidak serta merta mengubah arah modifikasi ke depannya menjadi serba listrik.

Lulut menambahkan, kehadiran teknologi listrik pada motor kustom merupakan sesuatu yang lain. Karena motor listrik memiliki rasa berkendara dan kultur yang berbeda dibandingkan motor konvensional.

Baca juga: Motor Listrik Yamaha E01 Menyasar Segmen Mid Range

Chopper Electric Bike jadi lucky draw Kustomfest 2022KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Chopper Electric Bike jadi lucky draw Kustomfest 2022

I’m not sure, aku enggak berani prediksi juga. Karena benar-benar different. Ya kita lihat lah,” kata Lulut.

“Mungkin kalau nanti sudah ramai di mana-mana, orang akan tetap keep motor kesayangan dia yang berbahan bakar fosil. Tapi untuk daily dia akan pakai ini (motor listrik), atas nama simpel, atas nama ramah lingkungan, dari sisi efisiensi, dia akan lebih memilih ini,” ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.