Kompas.com - 20/09/2022, 17:41 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus berupaya mendorong program konversi kendaraan bermotor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi listrik, khususnya untuk roda dua.

Pasalnya, langkah terkait diklaim memiliki dampak yang signifikan bagi tingkat efisiensi dan pengelolaan lingkungan. Mengingat, saat ini terdapat 120.000.000 sepeda motor yang beroperasi aktif di Indonesia hingga tahun 2021.

Jumlah tersebut, akan meningkat cukup drastis dengan rata-rata pertumbuhan 4,1 per tahun. Diharapkan, konversi bisa memberikan dampak signifikan bagi para pengguna dan masyarakat umum.

Baca juga: Spesifikasi Mobil dan Motor Listrik untuk Pengawalan KTT GT20

Paket konversi motor listrik untuk Vespa 2-tak dari Retrospective ScootersDok. Rideapart.com Paket konversi motor listrik untuk Vespa 2-tak dari Retrospective Scooters

"Jika satu motor menggunakan BBM 0,34 liter per hari, dikalikan dengan total populasinya yaitu 120.00.000, sama dengan 700.000 barel crude yang sudah digunakan," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam keterangannya, Selasa (20/9/2022).

"Tetapi jika motor listrik, dia cuma isi ulang daya baterai saja. Jika BBM (harga lama) Rp 7.650 per-liter akan terkumpul biaya pembelian BBM sebesar Rp 2,3 juta. Sementara jika menggunakan motor listrik, biayanya menjadi Rp 585.000," tambah dia.

Penggunaan motor listrik, lanjut Arifin, akan memberi penghematan yang besar bagi masyarakat dan negara dalam hal pengurangan devisa impor BBM atau Crude.

"Jika semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan motor listrik maka diperkirakan Menteri, Indonesia akan menjadi cikal bakal Indonesia membangun industri otomotifnya sendiri," katanya.

Baca juga: Tekan Biaya, Kemenhub Siapkan Subsidi Konversi Motor BBM ke Listrik

Konversi motor listrik dari skutik Honda BeAT oleh Katros GarageInstagram @katrosgarage Konversi motor listrik dari skutik Honda BeAT oleh Katros Garage

Sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan/atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah telah ditetapkan.

Salah satu percepatan dalam Inpres itu, melalui program konversi kendaraan bermotor bakar menjadi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Adapun program konversi motor BBM ke Listrik merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 terkait dengan Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.