Tanpa SIM Internasional, Warga Indonesia Bisa Berkendara di Negara Ini

Kompas.com - 01/09/2022, 10:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Perbedaan ketentuan dan sertifikasi berkendara di tiap negara mengharuskan setiap masyarakat yang hendak berkemudi sendiri di negara lain memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) Internasional.

Kebijakan tersebut, sebagaimana yang sudah disepakati Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam Vienna Convention on Road Traffic pada 1968, yang merupakan penyempurnaan dari Geneva Convention on Road Traffic di 1949.

Alih-alih membuat SIM Internasional, ternyata SIM dari dalam negeri juga bisa berlaku di beberapa negara khususnya wilayah Asia Tenggara (ASEAN), seperti Malaysia, Singapura, Filipina, sampai Brunei Darussalam.

Baca juga: Marc Marquez Sambut Joan Mir, Saling Balas di Media Sosial

Proses pembuatan SIM InternasionalStanly/Otomania Proses pembuatan SIM Internasional

Hal ini tercantum dalam perjanjian lalu lintas bersama seluruh negara di ASEAN melalui Agreement on the Recognition of Domestic Driving Licence Issued by ASEAN Countries yang disepakati pada tahun 1985.

Melansir situs resmi Sekretariat ASEAN, perjanjian yang ditandatangani pada 7 September 1985 di Kuala Lumpur, Malaysia, itu mulanya hanya diikuti beberapa saja, seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Brunei Darussalam.

Barulah pada 1995 Vietnam bergabung dan disusul Laos, Myanmar pada 1997, dan Kamboja pada 1999. Sejak itu SIM nasional Indonesia berlaku di seluruh ASEAN.

Namun yang harus digaris bawahi, peraturan pemberian izin mengemudi yang ditemtukan masing-masing negara berbeda. Di Malaysia misalnya, walau punya SIM Indonesia pengendara tetap harus membawa SIM Internasional.

Baca juga: Cara Urus STNK Motor yang Hilang tapi Masih Kredit

Kemudian apabila pengendara tinggal di Malaysia lebih dari tiga bulan, maka diwajibkan mengubah SIM Indonesia yang dimiliki jadi SIM Malaysia, sebagai bukti kompetensi atau kemampuan berkendaranya layak.

Sementara di Singapura, SIM domestik hanya bisa digunakan selama 12 bulan semenjak kedatangan. Jika melebihi dari batas waktu tersebut, pengendara Indonesia perlu mengganti SIM Indonesia ke SIM Singapura.

Adapun untuk membuat SIM Internasional, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2010 tentang penerbitan SIM Internasional, bisa dilakukan di Korlantas Polri, baik secara langsung maupun online.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.