Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pertalite Diisukan Naik, Pendaftar MyPertamina Tembus Lebih dari 800.000

Kompas.com - 26/08/2022, 09:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabar mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi, yakni Pertalite dan Solar, belum ada kepastian, tetapi isunya makin hari makin gencar.

Di tengah tingginya isu tersebut, PT Pertamina (Persero) juga mencatat peningkatan jumlah masyarakat yang mendaftarkan mobilnya agar mendapat QR Code supaya tetap bisa menikmati Pertalite dan Solar.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan, sejak pendaftaran dibuka pada awal Juli 2022 sampai saat ini jumlahnya terus mengalami peningkatan.

Baca juga: Mengenal Fungsi Overdrive pada Tuas Transmisi Mobil Matik

"Yang mendaftar (sampai saat ini) sudah di atas 800.000 ribu kendaraan," ujar Irto, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (25/8/2022).

Syarat dan cara daftar MyPertamina untuk beli Pertalite dan Solar secara online maupun offlineDok. Pertamina Syarat dan cara daftar MyPertamina untuk beli Pertalite dan Solar secara online maupun offline

Dari keseluruhan jumlah tersebut, Irto menjelaskan, mayoritas masih didominasi mobil dengan kapasitas mesin 1.500 cc ke bawah untuk segmen pengguna Pertalite.

Sementara untuk perbandingan antara mobil pengguna Solar dan Pertalite yang mendaftar, komposisinya diklaim masih lebih banyak Pertalite.

"Untuk konsumen Pertalite itu 86 persen mobil di bawah 1.500 cc. Kalau perbandingan dengan Solar dan Pertalite, 30 persen itu untuk Solar dan 70 persen Pertalite, data masih terus bergerak," kata Irto.

Baca juga: Alasan Pemilik Kendaraan Enggan Bayar Pajak Progresif

Terakhir, saat ditanya sudah berapa banyak pendaftar yang mendapatkan QR Code untuk membeli BBM subsidi, dan apakah nantinya pendaftaran ditutup pada September 2022, Irto enggan untuk memberikan keterangan lebih lanjut.

"Belum diputuskan, masih fokus ke pendaftaran dan sosialisasi," ucapnya.

Baca juga: Kena Recall Lagi, 245.000 Unit Hyundai Palisade Berpotensi Terbakar

Sebelumnya, dalam rapat kerja Komite IV DPD dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Wakil Ketua III DPD Sultan Baktiar Najamudin mengatakan, harga BBM subsidi akan naik dalam waktu dekat.

Penyebabnya ada banyak faktor, tapi paling besar karena dari gejolak harga ekonomi global serta minyak dunia.

Ilustrasi salah satu SPBU yang ada di Sumatera Selatan.DOK. PERTAMINA PATRA NIAGA SUMBAGSEL Ilustrasi salah satu SPBU yang ada di Sumatera Selatan.

"Dalam waktu dekat hampir dipastikan bahwa BBM (subsidi) pasti naik," kata Sultan, Kamis (25/8/2022).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.