Belum Euro 5, Ekspor Kendaraan dari Indonesia Bisa Terkendala

Kompas.com - 25/08/2022, 19:01 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) menyebut terdapat indikasi untuk kendaraan bermotor yang diproduksi di Indonesia akan sulit diekspor ke negara lain.

Hal tersebut karena industri otomotif nasional belum memenuhi standar emisi Euro 5 maupun Euro 6. Sementara saat ini, berbagai negara sudah mulai untuk menuju standarisasi terkait.

“Negara lain sudah menerapkan Euro 5, sehingga ada indikasi kendaraan dari Indonesia akan sangat sulit mengekspor kendaraannya karena tidak memenuhi standar emisi Euro 5,” kata anggota KPBB Alfred Sitorus, Kamis (25/6/2022).

Baca juga: Mana yang Lebih Irit BBM, Mobil dengan Transmisi Manual atau Matik?

Mitsubishi Fighter X Euro 4 saat sesi media test drive Fuso di Tangerang, Jumat (25/3/2022). Total ada 29 varian yang disediakan KTB dengan rincian, 15 tipe untuk Fuso Canter di segmen light duty truck, dan sisanya 14 tipe untuk Fighter X di segmen medium duty truck.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Mitsubishi Fighter X Euro 4 saat sesi media test drive Fuso di Tangerang, Jumat (25/3/2022). Total ada 29 varian yang disediakan KTB dengan rincian, 15 tipe untuk Fuso Canter di segmen light duty truck, dan sisanya 14 tipe untuk Fighter X di segmen medium duty truck.

Lebih lanjut dirinya juga meyebut KPBB sudah sering mendorong pemerintah dan industri otomotif untuk segera menerapkan regulasi terkait percepatan standar Euro 4.

Ia mengatakan bahwa industri otomotif harus ada lompatan baru agar Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara yang sudah mengadopsi standar Euro 5 atau Euro 6.

“Ini yang menjadi salah satu kebuntuan Indonesia tidak bisa mengekspor suatu kendaraan ke negara-negara lain secara bebas," tambah Alfred.

Sementara itu Executive Director KPBB Ahmad Safrudin turut memberikan solusi agar industri otomotif Indonesia bisa kembali bersaing di pasar ekspor, yakni hadirnya peran Presiden dalam mendukung standar emisi.

Baca juga: Mazda Belum Bicara Banyak Soal Produk Baru yang Akan Dijual di Indonesia

Uji emisi kendaraan roda empat di Depok, Selasa (16/11/2021). Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok memberikan layanan uji emisi kendaraan roda empat secara gratis selama tiga hari ke depan.KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Uji emisi kendaraan roda empat di Depok, Selasa (16/11/2021). Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok memberikan layanan uji emisi kendaraan roda empat secara gratis selama tiga hari ke depan.

Kemudian, harus ada upaya serius dari Kementerian terkait, seperti Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menyediakan bahan bakar yang sesuai dengan kebutuhan teknologinya.

“Penyediaan bahan bakar yang sesuai dengan standar Euro 4 saat ini penting. Tapi kalau untuk ekspor, siapkan juga bahan bakar berstandar Euro 6," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.