Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/08/2022, 10:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengguna mobil pasti pernah melihat pagar pembatas yang melintas panjang di area pinggir jalan tol.

Pembatas ini dikenal dengan sebutan guard rail. Dikutip dari laman @kemenhub151, pagar pengaman ini merupakan sistem pengaman orang ataupun kendaraan, terbuat dari rail besi atau baja panjang sebagai pagar pada jalan-jalan yang berbahaya.

Contoh area berbahaya yang umumnya dipasangi guard rail, misalnya jalan bebas hambatan atau jalan tol, pegunungan, sungai dan jurang.

Baca juga: Menyalip Lewat Bahu Jalan, Bus Senggol Guard Rail Jalan Tol

Guard rail ini memiliki banyak fungsi. Di antaranya, untuk mengurangi goncangan hebat sehingga mengurangi dampak kecelakaan, mencegah kenderaan terlempar keluar dari jalurnya, dan mengarahkan kembali kendaraan ke arah paralel jalan.

Bukan sembarang pagar pembatas, guard rail memiliki kriteria sendiri yang membedakannya dengan pembatas lain. Dari sisi material, guard rail meliputi pagar pengaman kaku atau rigid, pagar pengaman semi kaku, dan pagar pengaman fleksibel.

Namun perlu diingat, efektivitas pengaman ini juga kembali lagi pada perilaku mengemudi seseorang di jalan tol. Guard rail tidak menjamin fatalitas kecelakaan bisa ditekan secara maksimal.

"Guard rail itu efektif ditabrak dengan kecepatan maksimal 60 kpj. Lebih dari itu, guard rail tersebut akan lepas karena tidak ada pondasinya," ucap Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana kepada Kompas.com, Senin (8/8/2022).

Menurut Sony, perilaku mengemudi yang agresif seperti overspeed dan ugal-ugalan menjadi faktor yang paling mempengaruhi fatalitas kecelakaan.

Bus tabrak Guard Rail di Jalan TolINSTAGRAM/DASHCAM_OWNERS_INDONESIA Bus tabrak Guard Rail di Jalan Tol

Baca juga: Ini Bocoran Mobil Baru di GIIAS 2022, Ada Apa Saja?

Jika mengacu pada Peraturan Menteri Nomor 82 Tahun 2018 Pasal ke 2, pagar pengaman kaku atau rigid harus terbuat dari material berupa beton cor, dengan kualitas mutu K-350. k-350 ini digunakan untuk konstruksi yang memiliki penahanan beban tinggi.

Sementara pagar pengaman semi kaku digunakan untuk tikungan jalan, kendaraan yang hilang kendali, pengaman sisi jalan yang berimpitan langsung dengan jurang ketinggian lebih dari 3,5 meter, dan melindungi obyek berbahaya seperti jembatan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com