Menyalip Lewat Bahu Jalan, Bus Senggol Guard Rail Jalan Tol

Kompas.com - 29/09/2021, 09:22 WIB
Bus tabrak Guard Rail di Jalan Tol INSTAGRAM/DASHCAM_OWNERS_INDONESIABus tabrak Guard Rail di Jalan Tol

JAKARTA, KOMPAS.com – Sebuah video yang diunggah akun Dashcam Owners Indonesia memperlihatkan kecelakaan bus. Perekam berada di dalam bus dan sedang mendokumentasikan perjalanannya.

Dilihat dari videonya, bus sedang berjalan malam hari di jalan tol. Ketika mau menyalip truk yang ada di lajur kiri, bus memilih untuk memakai bahu jalan. Sayangnya bagian depan kiri bus menyenggol guard rail yang ada di tepi jalan tol.

Alhasil, kecelakaan terjadi, membuat bus terperosok ke pinggir aspal dan nyaris terguling.

Aksi bus menyalip kendaraan lewat bahu jalan memang sering dilakukan, apalagi di Jalan Tol Trans Jawa. Bus seakan saling memacu kecepatan, ingin lebih cepat dari bus lainnya.

Baca juga: Video Aksi Pemalakan dan Pelemparan Batu di Tol Medan

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dash Cam Owners Indonesia (@dashcam_owners_indonesia)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, menyalip dari bahu jalan sering dilakukan oleh pengemudi yang tidak menggunakan akal sehatnya.

“Mereka harus paham bahanya besar ketika melaju di bahu jalan. Mengingat bahu jalan lebih sempit, licin, serta kasar permukaannya,” ucap Sony kepada Kompas.com, Selasa (28/9/2021).

Sony mengatakan, bahu jalan hanya ideal jika dilewati dengan kecepatan yang rendah dan bukan untuk mendahului. Jadi jangan pernah menyalip dari bahu jalan walaupun terlihat kosong, tetapi ada bahaya yang tersembunyi.

Baca juga: Video Pengemudi Mobil Refleks Hindari Mobil Terguling di Tol

“Berkendara cepat di lajur lambat, terutama bahu jalan adalah salah satu keputusan pengemudi untuk melakukan kecelakaan,” kata Sony.

Sayangnya para pengemudi bus masih merasa aman-aman saja ketika menyalip dari bahu jalan. Kecelakaan yang sering terjadi dianggap hanya musibah, bukan suatu hal yang sebenarnya bisa diantisipasi.

“Menekan risiko kecelakaan salah satunya dengan menyelaraskan kecepatan masing-masing kendaraan sesuai dengan aturan lalu lintas,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.