Pelaku Balap Liar Ditangkap, Emosi Anak Muda yang Masih Labil

Kompas.com - 05/07/2022, 07:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaku balap liar di Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat yang videonya viral belum lama ini sudah berhasil diamankan Polisi.

Dikutip dari Kompas Megapolitan, kronologi dari terjadinya balap liar tersebut karena saling geber. Selain itu, berdasarkan hasil interogasi, tiga pelaku yang ditangkap mengaku tidak saling mengenal.

"Hasil keterangan interogasi dari penyidik kita bahwa yang ketiga orang ini begitu sampai di TKP melihat jenis kendaraan yang sama yang saling memanas. Geber-geber gitu," ujar Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Rusdy Pramana kepada wartawan, Sabtu (2/7/2022).

Baca juga: Toyota Fokus ke Ajang Balap, Ikut Berbagai Event Nasional

Sebuah video memperlihatkan aksi dua mobil diduga sedang balap liar di Jalan Kyai Tapa, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Jumat (27/5/2022). Kompas.com/MITA AMALIA HAPSARI Sebuah video memperlihatkan aksi dua mobil diduga sedang balap liar di Jalan Kyai Tapa, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Jumat (27/5/2022).

Aksi balap liar seperti ini nampaknya bukan jadi yang pertama kali, sejak lama sudah kerap terjadi. Padahal kelakuan orang yang balap liar sangat mengganggu lalu lintas karena kerap menutup jalan secara paksa.

Menanggapi kejadian seperti ini, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, tipikal pelaku balap liar adalah anak muda yang masih labil secara emosi.

"Mereka juga hanya bertindak menurut egonya untuk kepentingan pribadi. Balap liar tidak aman karena dilakukan di tempat umum yang sudah jelas aturan keselamatannya," kata Sony kepada Kompas.com, Senin (4/7/2022).

Baca juga: Pendaftaran Beli Pertalite di MyPertamina Hanya Untuk Mobil


Kemudian, mengenai jalan umum tentu aksi balap liar bisa berisiko terjadinya gesekan dengan pengguna jalan lain. Risiko seperti kecelakaan sampai konflik dengan orang lain sangat besar.

"Wadah seperti arena untuk mereka berlomba, menyalurkan bakatnya itu sudah ada dan dipersiapkan. Cuma mentalnya bukan sporitifitas, tapi lebih ke pengakuan terhadap kelompok yang kalau melakukan hal negatif mereka bangga," ucapnya.

Menurut Sony, motif para pelaku balap liar kebanyakan karena tidak memiliki jati diri. Jadi cara seperti balap liar bisa menjadi ajang pamer serta diakui oleh orang lain.

"Ini bisa terjadi akibat kurangnya pengetahuan dan arahan dari pihak orang tua, terlalu memanjakan," kata Sony.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.