Kompas.com - 04/07/2022, 19:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mendengarkan musik sambil mengemudikan mobil menjadi salah satu hal yang lazim dilakukan oleh pengemudi saat berkendara. Musik dapat membuat suasana saat berkendara jadi lebih menyenangkan.

Walaupun tidak diatur dalam hukum, ada beberapa tips yang harus diketahui pengemudi jika ingin aman mendengarkan musik sambil berkendara.

Child & Family Psycholog Anna Surti Ariani menjelaskan, jenis musik yang dipasang saat berkendara bisa disesuaikan dengan keadaan atau kondisi psikologis pengemudi saat itu.

Baca juga: Bahas Berbagai Kesalahan Pengemudi Indonesia di Jalan Tol

"Contohnya begini. Kalau kondisi psikologis saya sedang mellow, apalagi sedang depresi, maka sebenarnya banyak sekali jenis musik yang akan men-trigger itu. Buat orang lain biasa saja, buat dia ya mengacaukan," ucap Nina, panggilan akrabnya, kepada Kompas.com  beberapa waktu lalu.

Keadaan psikologis yang tidak baik ditambah dengan musik yang tidak sesuai bisa mengacaukan pengambilan keputusan saat mengemudi. Ini juga mengacaukan konsentrasi pengemudi.

"Misal kondisinya sedang depresi. Depresinya itu jadi mengacaukan konsentrasi dia, mengacaukan pengambilan keputusan. Kalau sedang berkendara, pengambilan keputusan kan terjadi setiap saat," ucap Nina.

Ilustrasi pengemudi wanitaunsplash.com/Jenny Ueberberg Ilustrasi pengemudi wanita

Baca juga: Mengulik Interior Wuling Cortez, Nyaman Untuk Pengemudi dan Penumpang

Nina menekankan, yang jadi masalah adalah ketika kondisi emosional pengemudi tidak baik, ditambah musik yang bisa memicu ingatan buruk dan pengemudi yang tidak mampu meregulasi emosinya.

Sementara itu, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana menekankan bahwa yang terpenting adalah menyesuaikan volume musik agar tidak terlalu keras.

"Pastikan alunan musik yang sesuai, karakternya tidak membuat pengemudi menjadi agresif atau mengantuk," ucap Sony.

Baca juga: Toyota Hyryder Resmi Meluncur, Kapan Hadir di Indonesia?

Sony mencontohkan lagu-lagu rock yang berisik dengan beat cepat bisa membuat emosi pengemudi berubah dan dapat berefek pada gaya berkendara yang lebih cepat atau ngebut. Sebaliknya, alunan musik lembut seperti orkestra membuat pengemudi jadi lebih santai.

Namun, perlu diperhatikan kondisi ini juga dikhawatirkan bisa membuat pengemudi terlena. Sehingga, mendengarkan musik orkestra selama perjalanan kurang direkomendasikan.

Sony juga menginatkan pengemudi untuk menghindari pengaruh musik, fokus berkendara dan memikirkan risiko-risiko terburuk.

"Saat akan melintasi rel kereta api, kecilkan volume musik dan buka kaca jendela sedikit agar suara dari luar bisa terdengar jelas," ucap Sony.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.