Alasan Kenapa Harus Menyalakan Mobil Sebelum Mengecek Oli Mesin

Kompas.com - 04/06/2022, 16:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Oli mesin merupakan elemen pokok dalam menunjang performa kendaraan. Tanpa pelumas mesin maka dapat dipastikan jangung pacu akan mengalami masalah serius karena tidak ada perlindungan pada komponen yang bergesekan.

Dampak mesin tanpa oli cukup fatal, salah satunya suara jangung pacu bisa menjadi kasar bahkan bisa menimbulkan kerusakan pada logam-logam yang bergerak dengan kecepatan tinggi di dalam mesin.

Maka dari itu, sebagai pengendara sebaiknya memberi perhatian penuh terhadap kondisi oli mesin. Mulai dari level serta kualitas oli itu sendiri.

Baca juga: Daftar Harga Oli Mesin Mobil per Mei 2022

Mengenai cara pengecekannya pun sangat mudah. Hal pertama yang perlu dipastikan adalah mobil terparkir pada bidang yang rata. Sehingga level volume oli benar-benar tepat pada posisi yang imbang.

Lalu nyalakan mesin dengan poisisi tuas transmisi netral. Setelah itu injak pedal gas hingga kecepatan putaran mesin menyentuh 3.000 rpm selama 3 menitan.

Periksa kondisi oli mesin dan air radiatorGhulam Muhammad Nayazri/Otomania Periksa kondisi oli mesin dan air radiator

“Biarkan kendaraan tersebut bekerja. Tungu sampai 3 menit lalu matikan mobil. Kenapa dinyalakan dulu? Agar oli tersebut bersirkulasi di dalam sistem,” tutur Eko Sutrisno, Market Problem Action Ast. Manager PT Honda Prospect Motor kepada Kompas.com.

Sirkulasi oli mesin tersebut diperlukan sebab skala ukur pada ujung dipstick diperuntukan membaca volume oli mesin sesaat setelah pompa oli bekerja, bukan setelah mesin mati lama.

Baca juga: Bahaya Memaksa Mobil Berjalan Saat Oli Mesin Tinggal Sedikit

Tentu saja volume yang berada di tangki oli berbeda antara mesin menyala dan setelah mati lama. Benar, volume oli yang dapat dijadikan patokan adalah stok oli yang ada di tangki selama mesin menyala.

Cek oli mesin mobilCakra Motor 11 Cek oli mesin mobil

Namun tidak mungkin juga mengecek oli mesin dengan kondisi mesi menyala. Maka dari itu sekian detik setelah mesin mati adalah waktu yang tepat untuk mengukur level volume oli.

Caranya dengan melepas dipstick lalu dibersihkan oli yang ada di ujung dengan kain bersih atau tisu. Lalu masukan kembali dipstick dan tarik secara vertikal. Tujuannya agar bekas oli mesin di ujung dipstick bisa menjadi tolak ukur yang valid.

Baca juga: Jangan Salah, Ini Perbedaan Oli Mesin Diesel dan Bensin

“Kalau memang posisinya di level low atau posisi paling bawah, customer harus waspada. Kekhawatirannya ada kebocoran oli di sana, jika ada kebocoran makin lama kapasitasnya berkurang, bakal memengaruhi kinerja mesin,” ujar Eko.

Kurangnya kapasitas oli mesin tidak melulu dikarenakan ada kebocoran, bisa juga karena telat dalam mengganti oli mesin. Sehingga oli mesin menguap dan menjadi lumpur. Maka dari itu, periksa lah kondisi oli mesin kendaraan Anda secara berkala.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.