Kompas.com - 22/05/2022, 10:41 WIB
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Video viral di dunia maya di mana pemilik sepeda motor Honda Beat membayar mahal isi bensin karena menggunakan bensin Shell V-Power.

Terlepas dari ketidaktahuan soal kadar RON bensin, di masyarakat tak sedikit yang berpikir makin tinggi nilai oktan bahan bakar, akan membuat pembakaran di mesin semakin bagus.

Pandangan ini tidak salah, tapi juga tidak sepenuhnya benar. Karena yang paling tepat ialah menggunakan kadar oktan bensin sesuai spesifikasi mesin.

Baca juga: Car Free Day Jakarta, Simak Rekayasa Lalu Lintas Hari Ini

@angel__priscilla Reply to @rizaldyachmad sebutin kendaraan kalian dan harga bensin fulltanknya???? #fyp #bensin #bbm ? Monkeys Spinning Monkeys - Kevin MacLeod & Kevin The Monkey

 

Endro Sutarno, Technical Service Division PT Astra Honda Motor, mengatakan, hal yang paling benar ialah memakai bensin dengan nilai oktan yang direkomendasikan oleh pabrikan.

Misalnya untuk motor direkomendasi memakai bensin dengan RON 90, sebaiknya disii dengan bensin RON 90, jangan pakai nilai yang lebih tinggi seperti RON 92, RON 95 atau RON 98.

“Kalau nilai oktan terlalu tinggi, maka bahan bakarnya tidak akan terbakar dengan sempurna. Performa mesin akan berkurang, yang jelas bisa menyebabkan emisi tidak sesuai yang diharapkan,” katanya dalam diskusi virtual belum lama ini.

Wahyudin, Kepala Mekanik AHASS DAM, mengatakan, Research Octane Number atau RON adalah angka identifikasi perbandingan kandungan antara heptana dan iso-oktana.

Baca juga: Toyota Luncurkan Kijang Innova Hybrid Akhir Tahun Ini?

Batas isi bensin motorKompas.com/Fathan Radityasani Batas isi bensin motor

Misalnya bahan bakar dengan RON 90 artinya memiliki 90 persen kandungan iso-oktana dan 10 persen heptana.

"Mudahnya, semakin tinggi oktan, maka akan semakin sedikit emisi gas buang yang dihasilkan. Tapi, disesuaikan dengan desain mesin. Ketidaksesuaian penggunaan bahan bakar pada mesin bisa mengakibatkan tarikan menjadi tersendat, kurang tenaga, atau mengelitik," kata Wahyu kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Jika memakai RON terlalu rendah, maka performa mesin seperti tertahan. Sedangkan jika RON terlalu tinggi bisa membuat mesin mengelitik dan temperatur mesin juga meningkat.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.