Aturan Terbaru Bikin Pengusaha Bus Optimistis Meningkatkan Penumpang

Kompas.com - 10/03/2022, 11:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Perhubungan dan Satgas Covid-19 sudah mengeluarkan surat edaran mengenai ketentuan perjalanan orang dalam negeri di masa pandemi Covid-19.

Salah satu penyesuaian yang ada pada surat tersebut adalah orang yang sudah divaksin dua kali atau dosisi ketiga (booster), tidak perlu lagi menunjukkan hasil negatif tes antigen maupun PCR.

Penyesuaian ini tentunya memudahkan orang bepergian, salah satunya lewat jalur darat dengan menaiki bus antar kota. Bisa dibilang, sejak awal pandemi Covid-19 melanda, pengusaha bus jadi korban karena banyaknya syarat perjalanan.

Baca juga: Tanpa Antigen, Ini Harga Tiket Bus AKAP Jakarta-Semarang

Sejumlah agen perusahaan otobus (PO) di Terminal Kalideres mengatakan masih ada penumpang yang belum mengetahui kebijakan tersebut.Kompas.com/MITA AMALIA HAPSARI Sejumlah agen perusahaan otobus (PO) di Terminal Kalideres mengatakan masih ada penumpang yang belum mengetahui kebijakan tersebut.

Bahkan dua tahun terakhir pemerintah melarang adanya mudik lebaran. Padahal, pada momen tersebut operator bus bisa mendapatkan banyak penumpang.

Menanggapi adanya penyesuaian aturan perjalanan, Kurnia Lesani Adnan, Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) mengatakan, sebagai operator, tentu menyambut baik kebijakan tersebut.

“Dengan persyaratan perjalanan yang baru (SE 11 Tahun 2022 Satgas Covid), akan ada peningkatan pergerakan orang dari tahun sebelumnya,” ucap pria yang akrab disapa Sani kepada Kompas.com, Rabu (9/3/2022).

Baca juga: Ketahui Kerugian Mobil Listrik Pakai Ban Biasa

Sani mengatakan pihaknya optimis akan ada peningkatan pergerakan orang di darat tentunya dalam menggunakan angkutan umum seperti bus. Menurutnya, orang yang bergerak naik kendaraan umum bisa lebih mudah diawasi oleh pemerintah.

Pemerintah akan lebih mudah mengawasi pergerakan orang dengan moda angkutan umum ketimbang kendaraan pribadi. Kita sama-sama menjaga agar pendemi ini semakin bisa dikendalikan kedepannya,” kata Sani.

Selain itu, kurang dari satu bulan lagi, ramadan segera tiba. Biasanya pada minggu kedua bulan suci tersebut, sudah muncul peningkatan pergerakan orang dengan bus dan Sani berharap kalau ini bisa terjadi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.