Kompas.com - 10/03/2022, 07:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.comDKI Jakarta telah menyusun strategi mengurangi polusi udara dan kemacetan di Ibu Kota. Peralihan ke kendaraan listrik jadi salah satunya, namun penerapannya dilakukan secara bertahap.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pihaknya sedang dalam proses penggunaan kendaraan berbasis listrik sebagai kendaraan dinas. Namun, untuk saat ini dimulai dari kendaraan umum listrik terlebih dulu.

"Di DKI sedang ada proses untuk nanti kendaraan dinas akan menggunakan berbasis listrik, tapi bertahap," kata Anies di Jakarta (8/3/2022).

Baca juga: Jaga Keawetan Power Steering, Hindari Kebiasaan Ini

Ilustrasi SPKLU Pertamina di sebuah SPBU di Lenteng Agung.Dok. Pertamina Ilustrasi SPKLU Pertamina di sebuah SPBU di Lenteng Agung.

Ia tidak menjelaskan rinci mengenai hal tersebut, termasuk kapan bakal dilakukan. Namun, Anies mengungkap prioritas pemerintah DKI saat ini memperbanyak transportasi umum berbasis listrik.

Menurut Anies, keuntungan yang diperoleh dari kendaraan umum listrik lebih besar, lantaran dapat mengurangi polusi sekaligus mengurai macet.

"Kami justru memprioritaskan kendaraan umum berbasis listrik daripada pribadi berbasis listrik," ucap Anies.

Baca juga: Nekat Lawan Arah Saat Macet, Toyota Calya Dipaksa Jalan Mundur

Peresmian bus listrik trasnjakarta, Selasa (8/3/2022)janlika putri Peresmian bus listrik trasnjakarta, Selasa (8/3/2022)

"Mengurangi polusi udara dan mengurangi jumlah kendaraan di jalan. Kalau kita mendorong ke mobil listrik pribadi maka dia menyelesaikan satu yaitu polusi udara tapi jumlah kendaraan tidak," kata dia.

Sebelumnya, pengamat otomotif dan akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu, mengatakan, target Presiden Jokowi menerapkan 2 juta kendaraan listrik pada 2050 tidaklah muluk-muluk.

Meski begitu, target tersebut bisa tercapai asalkan dimulai langsung oleh pemerintah. Karena berdasarkan catatannya, sebanyak 15-20 persen dari total penjualan kendaraan di Indonesia disumbang oleh pemerintah pusat dan daerah untuk kendaraan dinas.

Baca juga: Ketahui Kerugian Mobil Listrik Pakai Ban Biasa

Gesits turut berkolaborasi bersama Electrum dan Pertamina dalam mengembangkan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).
Foto: Gesits Gesits turut berkolaborasi bersama Electrum dan Pertamina dalam mengembangkan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).

“Kalau kita hitung, sederhananya 15 persen dari 5 juta kendaraan, itu sekitar 750.000 unit. Untuk kejar target 2 juta unit dalam 3 tahun dari hitung-hitungan ini harusnya bisa,” ujar Martinus, kepada Kompas.com belum lama ini.

“Jadi pemerintah yang pelopori, pemerintah pusat dan daerah harus mulai menginisiasi, membeli kendaraan listrik. Karena ini semua kan program pemerintah, bukan program masyarakat, bukan juga program dunia industri,” kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.