Video Sopir Ambulans Marahi Pengemudi Sedan yang Mengekor di Belakang

Kompas.com - 16/02/2022, 19:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak jarang kita jumpai pengemudi mobil yang mengikuti iring-iringan kendaraan prioritas di jalan raya. Hal ini bertujuan agar mendapat akses jalan lancar tanpa terhambat kemacetan.

Seperti contoh video yang diunggah oleh akun Tiktok bermana @santosorayhan45. Dalam rekaman tersebut terlihat mobil sedan membuntuti ambulans yang sedang bertugas mengevakuasi kecelakaan Warugunung, Surabaya.

Sopir ambulans itu pun terlihat menepi untuk menegur pengemudi sedan tersebut. Namun, pengemudi sedan justru malah menunjukkan kartu identitas.

“Bapak siapa? Ya di depan saja, di depan saja. Enggak usah melu-melu,” ucap perekam dalam video tersebut.

Baca juga: Rapor Penjualan MPV Murah Januari 2022, Xpander Terlaris

Perlu dipahami, bahwa membututi kendaraan prioritas atau dalam pengawalan petugas bukan tindakan bijak.

Selain berpotensi melanggar lalu lintas, membuntuti iring-iringan kendaraan prioritas sangat berisiko dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Training Director Safety Defensive Consultant Sonny Susmana mengatakan, semua yang beraktivitas di ruang publik harus tertib dan teratur demi kenyamanan dan keamanan bersama.

@santosorayhan45 #viral #fyp #xyzbca #emergency #GlowToBeDifferent #indonesia #prioritas #sirineambulance #pmisurabaya #foryoupage #AllOfUsAreDead ? suara asli - OPERATOR UNIT 113

“Pengemudi seperti itu termasuk ke dalam tipe “tourist", dia akan nebeng dan masuk rangkaian dan sesampai ketempat tujuan dia akan keluar rangkaian,” ujar Sony kepada Kompas.com belum lama ini.

Menurut Sony, pengemudi tipe itu tidak memahami etika dan kebersamaan dalam berlalu lintas.

“Memanfaatkan situasi seperti ini bukan cerdas tapi terlihat bodoh. Mungkin orang lain diam saja, tapi yang bersangkutan sudah mempermalukan diri sendiri. Nah bukan tanpa masalah, karena sering kali mereka menjadi benang kusut kemacetan lalu lintas,” kata Sony.

Sebetulnya tidak ada perbedaan hak antara satu kendaraan dengan kendaraan lain dalam menggunakan fasilitas jalan raya. Semua bebas menggunakan dan melewatinya sesuai dengan aturan yang berlaku dan tidak ada prioritas satu di atas yang lain.

Namun, ada beberapa kendaraan yang mendapat prioritas di jalan dan harus didahulukan di antara kendaraan lain.

Iring-iringan kendaraan yang membawa Presiden Joko Widodo melintasi Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek usai diresmikan di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (12/12/2019). Jalan tol tersebut akan dibuka untuk mendukung arus lalu lintas libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY Iring-iringan kendaraan yang membawa Presiden Joko Widodo melintasi Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek usai diresmikan di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (12/12/2019). Jalan tol tersebut akan dibuka untuk mendukung arus lalu lintas libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Baca juga: Rapor Penjualan MPV Murah Januari 2022, Xpander Terlaris

Kendaraan-kendaraan prioritas ini termaktub dalam Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nomor 22 tahun 2009 pasal 134. Jumlahnya ada 7, yaitu:
a. Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas.
b. Ambulans yang mengangkut orang sakit.
c. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas.
d. Kendaraan pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia.
e. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara.
f. Iring-iringan pengantar jenazah.
g. Konvoi dan/atau Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.