Alasan Kenapa Dilarang Menyalip dari Bahu Jalan Tol

Kompas.com - 25/01/2022, 07:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Secara umum, jalan tol memiliki beberapa lajur seperti untuk bus atau truk, tengah, dan kanan. Setiap lajur yang ada punya fungsinya masing-masing.

Selain itu, pada sisi paling kiri jalan tol juga terdapat bahu jalan yang punya peruntukannya sendiri. Hal ini pun diatur pada Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol Pasal 41.

Pada PP tersebut, tertulis bahwa bahu jalan tol bisa digunakan sebagai arus lalu lintas jika dalam keadaan darurat. Maksudnya, ketika sebagian atau seluruh jalur lalu lintas tidak dapat berfungsi karena kecelakaan atau pekerjaan pemeliharaan.

Baca juga: Bikin Macet, Polisi Tindak Konvoi Mobil Mewah di Jalan Tol

Kondisi bahu jalan seusai lakalantas antara bus dengan tractor head di jalan tol Kebomas kilometer 13 akibat bus menyalip lewat bahu jalan.- Kondisi bahu jalan seusai lakalantas antara bus dengan tractor head di jalan tol Kebomas kilometer 13 akibat bus menyalip lewat bahu jalan.

Di luar keadaan darurat tadi, kendaraan tidak diperbolehkan untuk menggunakan bahu jalan. Tapi nyatanya, masih banyak pengemudi yang mengandalkan bahu jalan untuk menyalip kendaraan lain.

Padahal, bahu jalan didesain bukan sebagai tempat untuk mendahului, melainkan hanya untuk kendaraan yang berhenti darurat. Selain itu, bahu jalan juga berbahaya jika dilewati dalam kecepatan tinggi.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, ada beberapa hal yang membuat bahu jalan tidak aman dipakai untuk menyalip.

Baca juga: Honda All New HR-V Tertangkap Kamera Sedang Syuting

“Pertama, bahu jalan itu di luar marka dan terbuat dari alas kerikil. Tempat tersebut dipersiapkan untuk kendaraan rusak dan harus berhenti atau dalam kondisi darurat,” ucap Sony kepada Kompas.com belum lama ini.

Kemudian, ada potensi selip ketika bahu jalan dilewati oleh kendaraan dengan kecepatan tinggi. Mengingat kontur jalannya yang tidak sebagus jalur utama dan adanya debu yang terkumpul di bahu jalan.

Bahu jalan itu licin karena alasnya kerikil dan banyak debu. Kecepatan 60 kpj saja mobil pasti goyang, tapi kadang pengemudi enggak sensitif jadi tetap digas. Selain itu elevasinya juga berbeda dengan jalan utama, lebih miring karena untuk pembuangan air,” kata Sony.

Kedua, bahu jalan relatif lebih sempit lebarnya, jadi tidak aman kalau digunakan untuk mendahului. Terakhir, banyak pengemudi di lajur kiri yang kaget ketika disalip mobil dari bahu jalan, sehingga bisa membahayakan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.