Ketahui Lagi Beberapa Hal yang Tidak Boleh Dilakukan di Jalan Tol

Kompas.com - 25/01/2022, 06:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tol merupakan salah satu fasilitas jalan bebas hambatan yang dapat dimanfaatkan oleh hampir pengemudi mobil, truk, maupun bus di Indonesia.

Namun, masih banyak dari pengemudi yang belum mengetahui tentang beberapa larangan, hal yang tidak boleh dilakukan di jalan tol. Harus diketahui, jalan tol memiliki aturan-aturan tertulis yang tegas, termasuk daftar larangan yang tidak boleh dilakukan oleh penggunanya.

Baca juga: Honda All New HR-V Tertangkap Kamera Sedang Syuting

Bukan tanpa alasan, aturan dan larangan yang dibuat dan diberlakukan di jalan tol dimaksudkan agar tetap aman digunakan dan bebas dari berbagai permasalahan terutama kecelakaan.

Larangan tersebut juga sudah ditegaskan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol, khususnya pada Pasal 41.

Tangkapan layar mobil putar balik di Jalan Tol Layang MBZ, Sabtu (25/9/2021)Akun Instagram @dashcam_owners_indonesia Tangkapan layar mobil putar balik di Jalan Tol Layang MBZ, Sabtu (25/9/2021)

Berikut beberapa hal yang merupakan larangan pada saat di jalan tol:

  • Dilarang menarik/menderek/mendorong kendaraan lain, kecuali penarik/penderek/pendorong dari pihak pengelola jalan tol.
  • Dilarang menaikkan atau menurunkan penumpang dan/atau barang dan/atau hewan.
  • Dilarang untuk mendahului kendaraan melalui bahu jalan tol.
  • Dilarang melintasi median oleh kendaraan untuk memotong jalur (putar balik).

Baca juga: Tips Lewati Turunan Pakai Mobil Transmisi Matik dan Manual

Terkait larangan putar balik di jalan tol, bagi yang melanggar akan dikenai sanksi berupa denda dua kali lipat dari tarif terjauhnya. Aturan ini tertuang pada PP yang sama, tepatnya pada Pasal 86 Ayat 2 poin a hingga c, yakni;

Pengguna jalan tol wajib membayar denda sebesar dua kali tarif tol jarak terjauh pada suatu ruas jalan tol dengan sistem tertutup dalam hal:

  • pengguna jalan tol tidak dapat menunjukkan bukti tanda masuk jalan tol pada saat membayar tol;
  • menunjukkan bukti tanda masuk yang rusak pada saat membayar tol; atau
  • tidak dapat menunjukkan bukti tanda masuk yang benar atau yang sesuai dengan arah perjalanan pada saat membayar tol.

Gerbang Tol Benda Utama di ruas Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran.Dok. Jasa Marga Gerbang Tol Benda Utama di ruas Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran.

Selanjutnya ada pula larangan membuang sampah di jalan tol baik sengaja maupun tidak disengaja. Larangan tersebut tertulis dalam Pasal 42 Peraturan Pemerintah yang sama.

Tidak hanya itu, penggun jalan tol juga dilarang untuk mengemudikan kendaraannya melebiha batas kecepatan yang sudah ditentukan.

Baca juga: Cara Cegah Mobil Alami Rem Blong, Hindari Kebiasaan Ini

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.