Kompas.com - 24/01/2022, 11:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat mengalami rem blong, kendaraan-kendaraan besar seperti bus atau truk berisiko memakan korban lebih besar dan menimbulkan kerusakkan yang lebih parah.

Ada langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk memperlambat laju kendaraan dan meminimalisir korban sebisa mungkin, saat rem kendaraan besar blong.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana menjelaskan, secara umum ada dua tindakan reaktif yang bisa dilakukan saat rem kendaraan besar mengalami kerusakan atau blong.

Baca juga: Ini Kebiasaan Sopir Truk yang Bisa Sebabkan Rem Blong

"Jangan panik, dan segera cari ruang yang aman untuk memberhentikan laju truk," kata Sony saat dihubungi Kompas.com, Minggu (23/1/2022).

Ia menjelaskan, pengemudi harus mencari jalan agar potensi korban kecil dan mengarahkan kendaraannya ke arah tersebut.

Langkah berikutnya, pengemudi bisa mulai menurunkan gear secara bertahap untuk memperlambat laju kendaraan.

Ilustrasi truk ODOL di jalan tol. KOMPAS.com/STANLY RAVEL Ilustrasi truk ODOL di jalan tol.

"Turunkan gear, aktifkan exhaust brake dan bunyikan klakson panjang," kata dia.

Pada kendaraan besar, ada fitur exhaust brake atau rem bantuan yang membuat kendaraan dapat diperlambat lajunya dalam kondisi tertentu. Fungsinya untuk membantu kinerja rem utama, khususnya untuk mobil kendaraan berukuran besar.

Setelah itu, pengemudi bisa mengaktifkan rem bantuan lain yang ada pada kendaraan tersebut. "Apabila memungkinkan, aktifkan parking brake," kata Sony.

Parking brake, lebih dikenal dengan sebutan rem tangan atau hand brake dapat membantu pengemudi untuk semakin memperlambat laju kendaraan saat rem blong.

Baca juga: Pakai Kaca Film Mobil Terlalu Genap Ternyata Berbahaya

Langkah yang satu ini harus dilakukan setelah pengemudi menurunkan gigi. Menyitat Auto2000, rem tangan yang diaktifkan akan langsung menghentikan laju ban. Hal ini bisa mengakibatkan ban selip dan kendaraan terbalik.

Namun Sony menjelaskan, pada akhirnya sistem rem kendaraan besar biasanya berbeda-beda. Sehingga, pengemudi perlu memahami komponen-komponen mobilnya sebelum berkendara, khususnya jika akan mengemudikan kendaraan besar.

"Jadi kompetensi pengemudi tergantung, truknya apa?" ucap Sony melanjutkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.