Mobil Matik Mogok Jangan Sembarang Diderek, Ini Alasannya

Kompas.com - 11/01/2022, 11:22 WIB
Tuas transmisi CVT dan rem parkir elektris milik Mitsubishi Xpander terbaru. KOMPAS.com/DIO DANANJAYATuas transmisi CVT dan rem parkir elektris milik Mitsubishi Xpander terbaru.

JAKARTA, KOMPAS.com - Mobil mogok jadi salah satu kendala yang dihadapi pengendara mobil. Dalam keadaan yang darurat di mana mesin sudah tidak bisa dinyalakan, derek jadi solusinya.

Ketika mogok, berbeda dengan mobil manual, mobil matik jangan sembarang diderek. Konndisi ini terkait dengan komponen yang ada pada mobil matik yang tidak bisa dipaksa bekerja jika mesin mobil tidak menyala.

"Kalau mobil manual, di transmisi itu sistem pelumasan oli-nya itu model gigi, cipratan. Kalau di matik itu pakai pompa," kata Bambang Supriyadi, Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM) saat dihubungi Kompas.com, Senin (10/1/2022).

Baca juga: Jangan Kebiasaan Langsung Pindahkan Transmisi dari D ke P di Mobil Matik

Bambang menjelaskan, sistem pelumasan pada mobil matik yang memakai pompa. Saat mesin mobil tidak menyala, maka pompa pada mobil matik tidak akan bekerja.

Jika diderek atau dipaksa bergerak secara paksa, maka transmisi otomatis pada mobil matik terpaksa bekerja. Hal ini bisa menyebabkan kerusakkan pada transmisi mobil tersebut.

Namun jika terpaksa dipindahkan, mobil matik bisa didorong dalam kecepatan lambat dan posisi tuas transmisi adalah N atau netral.

Paling ideal, adalah mengangkat salah satu bagian roda, bisa depan atau belakang. Bagian yang diangkat adalah sistem penggerak mobil tersebut. Misal, kalau mobil matik berpenggerak depan, maka roda depan yang diangkat, sedangkan ban belakang bisa aman menggelinding di aspal. Begitu juga sebaliknya. 

Transmisi otomatis model CVT milik Honda All New BR-Vkompas.com Transmisi otomatis model CVT milik Honda All New BR-V

Baca juga: Oli Rembes pada Mobil Matik Usai Liburan, Simak Potensi Penyebabnya

Mobil matik yang terus dipaksa bergerak atau diderek jarak jauh, mesin berisiko tinggi untuk rusak. Roda mobil matik yang berputar dapat memaksa komponen lain pada transmisi untuk bekerja.

Ketika bekerja secara paksa, ada komponen transmisi lain yang ikut bekerja dan tidak mendapatkan pelumasan, karena pompa oli tidak melumasi komponen lain.

Ini karena pompa tidak akan bekerja jika mesin mobil matik tidak hidup. Komponen logam lainnya yang bekerja saat tidak mendapat oli sangat berpotensi untuk rusak, khususnya jika mobil matik diderek dalam waktu relatif lama.

"Kalau tetep diderek, pompanya enggak jalan, maka rusak ini komponen matiknya," kata Bambang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.