Sempat Ditunda, Ini Kabar Terbaru Program Biodiesel B40

Kompas.com - 03/01/2022, 08:02 WIB
Ilustrasi biodiesel B30 esdm.go.idIlustrasi biodiesel B30

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan bahwa persiapan program biodiesel 40 persen (B40) sudah kembali berjalan setelah sempat ditunda akibat beberapa hal pada tahun lalu.

Hanya saja, dalam prosesnya saat ini masih ditemui berbagai tantangan di sisi teknikal, seperti adanya perbedaan dari sisi kandungan impurities dari B30 yang telah berjalan.

"Masih on going process, persiapan teknis sedang jalan untuk memastikan dapat berjalan lancar," kata Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (1/1/2022).

Baca juga: Tekan Emisi, Menperin Wajibkan Mobil Diesel Pakai Teknologi SCR

Ilustrasi biodieselDok Kontan.co.id Ilustrasi biodiesel
 

Lebih lanjut, persiapan dimaksud ialah dalam aspek road test alias uji jalan untuk kendaraan bermotor bergerak, alat berat, diesel kereta api, diesel kapal laut, dan lainnya.

Kemudian, ada finalisasi spesifikasi biodiesel FAME untuk B40 karena beda kandungan impurities dengan biodiesel program B30. Tak lupa, disiapkan juga industri dalam negeri untuk menghasilkan produk terkait.

"Program B40 punya manfaat yang banyak, seperti mengurangi impor BBM Diesel, mengatasi oversupply CPO sehingga harganya bisa dipertahankan pada tingkat yang remuneratif untuk petani rakyat," kata dia.

"Lalu, iklim usaha industri Biodiesel juga akan meningkat, karena beberapa negara lain sedang mempertimbangkan policy mandatory Biodiesel dengan pertimbangan energi bersih," kata Putu, melanjutkan.

Baca juga: Strategi Kemenperin untuk Akselerasi Industri Otomotif Tahun Depan

Bus biodiesel yang digunakan sebagai transportasi umum bagi para peserta dan delegasi APEC 2013 di Bali diluncurkan pengunaannya di Nusa Dua, Bali, Jumat (4/10/2013). Bus berbahan bakar minyak nabati ini diklaim ramah lingkungan.KOMPAS / HERU SRI KUMORO Bus biodiesel yang digunakan sebagai transportasi umum bagi para peserta dan delegasi APEC 2013 di Bali diluncurkan pengunaannya di Nusa Dua, Bali, Jumat (4/10/2013). Bus berbahan bakar minyak nabati ini diklaim ramah lingkungan.
 

Sementara untuk program B50 yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo tahun lalu, akan direncanakan secara strategis dan operasional menunggu berjalannya program B40, sesuai jadwal bersama lintas kementerian.

Adapun progress program B30 selama tahun lalu, telah digunakan sampai 9,02 juta kilo liter (KL) dengan tingkat penghematan devisa negara 4,54 milliar dollar AS.

"Dalam data yang sama, pengurangan emisi GRK mencapai 24,4 juta ton CO2," kata Putu.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.