Tekan Emisi, Menperin Wajibkan Mobil Diesel Pakai Teknologi SCR

Kompas.com - 30/12/2021, 19:31 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian berencana mengeluarkan kebijakan baru bagi seluruh kendaraan diesel untuk menggunakan teknologi Selective Catalytic Reduction atau SCR.

Hal tersebut dalam upaya mengurangi tingkat emisi CO2 yang dihasilkan dari kendaraan bermotor terkait. Sehingga, penciptaan ekosistem industri otomotif yang hijau dapat berjalan secara optimal.

"Ini sedang dirumuskan oleh Dirjen ILMATE bahwa kami akan mengeluarkan suatu kebijakan untuk kendaraan-kendaraan berbasis Diesel atau berbasis bahan bakar solar," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam konferensi pers, Rabu (29/12/2021).

Baca juga: 7 Tantangan Transisi Kendaraan Listrik di Indonesia

Ratusan ribu unit mobil diesel Volkswagen dan Audi diparkir di ruang penyimpanan di dekat Victorville, California, Amerika Serikat, Rabu (28/3/2018). 
Lucy Nicholson/Reuters Ratusan ribu unit mobil diesel Volkswagen dan Audi diparkir di ruang penyimpanan di dekat Victorville, California, Amerika Serikat, Rabu (28/3/2018).

"Mereka nanti wajib untuk mengaplikasikan teknologi yang disebut dengan SCR,” tambahnya.

Pemilihan teknologi SCR untuk digunakan di kendaraan diesel karena lebih murah dan efisien mengurangi NOX atau nitrogen oksida dari kendaraan.

“Dengan device yang kecil dan tidak mahal, dia (SCR) bisa mengurangi 80 persen dari NOX. Nanti itu diletakkan di muffler (knalpot), jadi memang khusus mesin-mesin berbasis Diesel atau solar,” kata Agus.

Adapun SCR sendiri merupakan sebuah alat yang berfungsi mengontrol emisi gas buang kendaraan bermesin diesel melalui sebuah alat katalis yang akan bertugas mereduksi NOX yang berasal dari hasil pembakaran mesin diesel.

Baca juga: Pemutihan dan Diskon Pajak Kendaraan Bermotor di Jakarta Berakhir Besok

Ilustrasi kepulan asap hitam mobil dieselcumminsforum.com Ilustrasi kepulan asap hitam mobil diesel

Untuk mereduksi NOX tersebut, SCR akan mengandalkan sebuah cairan khusus yang disebut DEF atau Diesel Exhaust Fluid.

Cairan itu selanjutnya akan berubah jadi amonia yang selanjutnya akan bekerja memecah nitrogen oksida menjadi nitrogen, air, dan karbondioksida.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.