Fortuner Nyebur ke Kali Cengkareng, Ini Bahaya Mengemudi dalam Kondisi Mengantuk

Kompas.com - 20/12/2021, 08:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kecelakaan tunggal melibatkan Toyota Fortuner tercebur ke kali Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (18/12/2021) pukul 23.00 WIB.

Kepala Bagian Operasi Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Barat AKP Sudharmo mengatakan, kejadian tersebut diduga akibat sopir dalam keadaan mengantuk saat mengemudi.

Baca juga: Viral SPBU Pertamina Disebut Tak Bisa Lagi Bayar Tunai, Ini Penjelasan Pertamina

“Sepertinya pengendara kurang konsentrasi, diduga mengantuk,” kata Sudharmo dalam keterangan resmi, Minggu (19/12/2021).

Sementara itu, Kanit Laka Lantas wilayah Jakarta Barat AKP Hartono dalam keterangannya menjelaskan, mobil Fortuner dengan nopol B 1445 ZG melaju dari arah timur menuju jl Kapuk Raya tepatnya di dekat pangkalan Metro.

Ilustrasi berkendara saat ngantuk dan lelahhuffingtonpost.com Ilustrasi berkendara saat ngantuk dan lelah

“Kemudian membelok ke kiri masuk di Jalan Velbak saat membelok pengemudi tidak bisa mengendalikan kemudinya kemudian terperosok ke kali Velbak berakibat kerusakan kendaraan tersebut,” kata Hartono.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut namun mobil mengalami kerusakan pada bagian bumper depan.

Baca juga: Kia Carens Generasi Baru Hadir, Tampilan Jadi Ala SUV

Terkait kejadian tersebut, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, mengemudi dalam keadaaan mengantuk dan kelelahan sama bahayanya dengan berkendara dalam kondisi mabuk.

Hal ini dikarenakan pada saat mengantuk, respons otak akan melambat sehingga reflek indera pengemudi juga akan terhamabat. Padahal dalam mengemudi, kita tidak boleh kehilangan fokus.

Ilustrasi kecelakaan lalu lintas.iStock/Kwangmoozaa Ilustrasi kecelakaan lalu lintas.

“Ketika dalam kondisi berkendara, tidak fokus selama beberapa detik saja bisa berakibat fatal. Kalau memang dari awal merasa masih mengantuk atau lelah, sebaiknya gunakan transportasi lain atau segera berhenti di tempat aman,” ujar Jusri belum lama ini kepada Kompas.com.

Agar bisa lebih forkus dalam mengemudi, pengemudi harus memastikan kondisi kendaraan yang dikemudikannya dalam keadaan baik. Selain itu, pengemudi juga harus dalam keadaan sehat dan tidak sedang mengantuk atau berada di bawah pengaruh obat-obatan.

Baca juga: Video Viral Pengendara Motor Kawal Ambulans Ditilang, Begini Aturannya

Untuk masalah mengantuk, menurut Jusri tidak ada obatnya selain tidur atau beristirahat. Sebab jika berkendara dalam kondisi mengantuk, kemampuan kognitif akan sangat menurun.

“Apalagi konteksnya dalam kecepatan tinggi, kadang-kadang mereka berkendara tanpa sadar bahaya di depannya sendiri,” kata Jusri.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.