Meski Lebih Murah, Jangan Pernah Beli Mobil Bekas Tanpa Surat

Kompas.com - 29/11/2021, 11:02 WIB
Ilustrasi mobil bekas di segmen Low MPV Kompas.com/Setyo AdiIlustrasi mobil bekas di segmen Low MPV

JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi sebagian kalangan, mobil sebagai alat transportasi merupakan sebuah kebutuhan untuk melakukan mobilitas dengan nyaman, dan bisa mengangkut lebih dari dua orang dalam satu kendaraan.

Membeli mobil bekas pun jadi salah satu alternatif untuk calon konsumen yang memiliki kendala dana yang terbatas. Preferensi membeli mobil bekas didasari alasan agar lebih hemat memang sudah jadi hal biasa.

Meski begitu, membeli mobil bekas tidak bisa mencari asal murah. Butuh ketelitian dalam mengecek kondisi unit yang hendak dibeli secara menyeluruh agar tidak dirugikan dengan biaya perbaikan yang tinggi.

Baca juga: Kasus Mercy Lawan Arah di Jalan Tol, Ini Ancaman Hukumannya

Selain kondisi unit, pastikan mengenai kelengkapan surat berupa BPKB dan STNK. Dokumen tersebut wajib ada sebagai tanda sahnya kepemilikan mobil terkait.

Terkadang ditemukan mobil bekas dijual dengan banderol di bawah rata-rata harga pasaran, tapi tidak dilengkapi dengan surat-surat tersebut.

Jangan sampai mudah tergoda, sebab ada berbagai risiko yang harus dihadapi jika nekat membelinya. Kondisi tersebut dibenarkan Andi, dari diler mobil bekas Jordy Mobil MGK Kemayoran.

Buku BPKB dan STNKKOMPAS.com/SRI LESTARI Buku BPKB dan STNK

“Kalau BPKB tidak ada, bisa saja BPKB-nya itu di-leasing. Kalau ketemu di jalan sama debt collector kendaraan bisa ditarik,” ucap Andi kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Ia melanjutkan, BPKB sebetulnya bisa diurus. Namun jika pemilik kendaraan sebelumnya mengatakan hilang tapi tidak mau mengurusnya, ada kemungkinan karena mobil tersebut kredit.

Baca juga: Satu Lagi Brand Bodykit Lokal, Hadir di Innova dan Fortuner

“Jadi BPKB-nya dibilang hilang. Pun kalau kendaraannya hanya ada BPKB saja, dan bilang STNK hilang curigai pajak mati lama. Biasanya bilang pajak cuma mati setahun tapi STNK hilang. Mungkin ada yang benar (hilang) tapi sedikit, patut dicurigai juga sedang umpetin pajak,” kata Andy lebih lanjut.

Guna menghindari masalah tersebut, sangat disarankan agar calon pembeli kendaraan bekas untuk melakukan pengecekkan ke Samsat perihal status pajak.

Selain itu, ada pula risiko mobil bekas yang dijual merupakan hasil tindakan kriminal sehingga tidak memiliki kelengkapan dokumen kepemilikannya. Maka, jangan mudah tergoda dengan harga yang murah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.