Kompas.com - 11/11/2021, 11:11 WIB
Suasana kunjungan Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menperin Agus Gumiwang di GIIAS 2021, Kamis (11/11/2021). KOMPAS.com/Stanley RavelSuasana kunjungan Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menperin Agus Gumiwang di GIIAS 2021, Kamis (11/11/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com – Dalam pembukaan pameran GIIAS 2021, Gaikindo mengumumkan bahwa industri otomotif Indonesia tahun ini mulai mencatatkan pertumbuhan dibandingkan tahun sebelumnya.

Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo, mengatakan, meningkatnya capaian industri otomotif tak lepas dari kebijakan-kebijakan pemerintah.

“Saat ini Indonesia sudah swasembada kendaraan bermotor (otomotif),” ujar Nangoi, dalam upacara pembukaan GIIAS 2021 di Tangerang (11/11/2021).

Mantan Presiden Direktur Isuzu Indonesia ini melanjutkan, dalam beberapa tahun terakhir, kebutuhan domestik otomotif sudah mampu dipenuhi oleh industri lokal. Selain itu, kinerja industri juga sampai memenuhi pasar ekspor.

Baca juga: Estimasi Harga Isuzu MU-X yang Siap Meluncur di GIIAS 2021

Ketua Umum Gaikindo memberikan sambutan pada peresmian GIIAS 2021, di ICE, BSD, Tangerang, Kamis (11/11/2021).KOMPAS.com/Ruly Kurniawan Ketua Umum Gaikindo memberikan sambutan pada peresmian GIIAS 2021, di ICE, BSD, Tangerang, Kamis (11/11/2021).

Nangoi mengatakan, melalui kebijakan PPnBM-DTP, capaian industri otomotif menghasilkan kenaikan yang cukup baik.

Tercatat, kendaraan-kendaraan yang mendapat kebijakan PPnBM-DTP ada 36 model jenis kendaraan, adalah kendaraan yang diproduksi di Indonesia dengan local purchase lebih dari 60 persen pada periode Januari-Oktober 2021.

“Dibandingkan periode yang sama di tahun 2020 tercatat kenaikan hingga 68 persen. Kami juga mohon maaf sampai saat ini masih terjadi antrean pemesanan kendaraan,” ucap Nangoi.

Selain itu, Nangoi juga menambahkan, pada periode yang sama kenaikan angka ekspor meningkat hingga 33,5 persen.

Baca juga: Siap Meluncur, Intip Bocoran Spesifikasi Kia Seltos Diesel

“Sebagai lokomotif industri, pulihnya kegiatan industri kendaraan bermotor menyerap total tenaga kerja lebih dari 1,5 juta orang,” kata Nangoi.

“Turut diikuti juga dengan bangkitnya industri-industri pendukung seperti industri komponen, industry jasa keuangan, asuransi, diler, bengkel, maupun perusahaan UMKM di sektor otomotif lainnya yang juga menyerap banyak tenaga kerja,” ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.