Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 18/10/2021, 14:21 WIB
Gilang Satria,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Video viral memperlihatkan pengendara sepeda motor kebut kebutan di jalan raya. Melakukan cornering sembarangan hingga menabrak pengendara lain.

Tabrakan terjadi dari depan seperti adu banteng. Dari video yang diuanggah akun Polantas Indonesia, keduanya diketahui selamat tapi mengalami luka dan pengendara yang ditabrak terlihat shok.

Baca juga: Sirkuit Multi-Fungsi di Surabaya Segera Diluncurkan

https://www.instagram.com/p/CVGWWz_B75K/?utm_source=ig_web_copy_link

 

Agus Sani selaku Head of Safety Riding Promotion Wahana mengatakan, aksi cornering atau kebut-kebutan seperti ini sering kali dilakukan terutama jika mendapati jalan yang banyak tikungan.

“Kasus cornering ini sebenarnya sudah sering terjadi dan banyak memakan korban. Kebanyakan dari mereka yang melakukan hal tersebut sebenarnya hanya ingin menyalurkan hobi balapnya, namun karena ketidakpahaman dan tempat yang memadai jadi disalurkan di jalan raya,” kata Agus kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Agus juga menambahkan, cornering itu bukan hal yang bisa dilakukan sembarangan. Harus ada pengawasan dari pihak profesional karena dalam melakukan cornering membutuhkan trik khusus.

Baca juga: Viral, Video Pencuri Ban Serep Tertangkap Petugas di Tol Cipali

Pengendara motor yang jatuh karena cornering di jalan raya.Akun Instagram @makdes_21 Pengendara motor yang jatuh karena cornering di jalan raya.

Menyikapi fenomena ini, Agus mengatakan harus ada perhatian dari berbagai pihak baik pemerintah, aparat, dan masyarakat untuk memberikan edukasi mengenai bahaya cornering di jalan raya.

Sebab jalan raya merupakan aset publik bukan sirkuit balapan.

Training Director The Real Driving Center (RDC) Marcell Kurniawan mengatakan, kebut-kebutan di jalan raya sangat berisiko. Meskipun kondisinya lengang atau minim lalu lintas.

“Berbahaya sekali, karena saat kita ngebut bisa meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas,” katanya saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com