Kemenhub Godok Tanggap Darurat Penanganan Motor Listrik

Kompas.com - 15/10/2021, 18:21 WIB
Komparasi motor listrik, Viar Q1, ECGO-2 dan Elvindo Rama KOMPAS.com/GilangKomparasi motor listrik, Viar Q1, ECGO-2 dan Elvindo Rama
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Elektrifikasi adalah masa depan. Keyakinan itu membuat pemerintah Indonesia serius untuk mempercepat tren peralihan kendaraan listrik di masyarakat.

Selain pemerintah, institusi di bidang pendidikan juga terpacu untuk mengembangkan kendaraan listrik sendiri. Salah satunya Universitas Budi Luhur yang membuat purwarupa motor listrik BL-SEV01.

Baca juga: Adu Irit BBM DFSK Super Cab Bermuatan Penuh

Moeldoko jajal Gesits di pabrik WIMAFoto: Gesits Moeldoko jajal Gesits di pabrik WIMA

Direktur Sarana Transportasi Jalan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Mohamad Risal Wasal, mengundang pihak universitas untuk diskusi soal keselamatan penggunaan motor listrik. 

Risal menyebutnya sebagai tanggap darurat penanganan motor listrik. Intinya ialah soal semua yang berhubungan dengan keselamatan, dan apa yang perlu dilakukan jika ada kendala. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami jujur bapak ibu sekalian pecinta motor listrik, kita belum punya tanggap darurat penanganan motor listrik," kata Risal dalam sambutan kembalinya motor listrik BL-SEV01 dari touring Jakarta-Mandalika, di Kampus Budi Luhur, Jakarta belum lama ini.

Baca juga: Cara Mengetahui Besaran Pajak Kendaraan Secara Online

Setelah melakukan perjalanan selama 17 hari Motor listrik Budi Luhur-Sport Electric Vehicle 01 (BL-SEV01)Foto: KOMPAS.com/Gilang Setelah melakukan perjalanan selama 17 hari Motor listrik Budi Luhur-Sport Electric Vehicle 01 (BL-SEV01)

Ke depan tanggap darurat penanganan motor listrik sangat penting, apalagi jika jumlah kendaraan listrik semakin banyak.

"Bayangkan jika tiba-tiba terbakar, disiram air listriknya belum putus, selesai. Tanggap darurat itu kami belum punya. Mungkin dari kampus bapak bisa membantu kami bagaimana tanggap darurat dalam penanganan musibah motor listrik," katanya.

"Makanya dalam persyaratan (pengujian) ada sistem yang meng-cut off (memutus) aliran listrik, begitu dia bermasalah listrik hilang. Sehingga orang selamat," kata Risal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.