Mau Jadi Pengusaha SPKLU di Indonesia, Simak Hitungan Bisnis Ini

Kompas.com - 24/09/2021, 08:22 WIB
Ilustrasi SPKLU KOMPAS.com/RulyIlustrasi SPKLU

JAKARTA, KOMPAS.com - Guna mempercepat era elektrifikasi kendaraan bermotor di dalam negeri, PT PLN membuka peluang kerja sama bagi para pengusaha untuk ikut membangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) atau bisnis cas mobil listrik.

Dengan target 101 unit sepanjang tahun ini, maka siapa pun dapat turut ikut berkontribusi untuk kemajuan industri kendaran listrik nasional.

Lantas, bagaimana hitungan bisnis cas mobil listrik ini di Indonesia?

Bob Saril, Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, mengatakan, peluang bisnis SPKLU memiliki prospek cukup menggiurkan di masa mendatang. Terlebih pihaknya kini sedang menyiapkan insentif terbaik.

Baca juga: Pasar LCGC Kembali Pulih Agustus 2021, Calya Sigra Tekuk Brio Satya

 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PT PLN (Persero) Dok. PLN Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PT PLN (Persero)

"Bicara potensi, sangat besar sekali untuk pasar Indonesia, mengingat tren atas penjualan mobil listrik saat ini meningkat," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (23/9/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hanya saja untuk kerja sama ini, mitra memang harus menyediakan fasilitas isi daya kendaraan listrik, lahan maupun properti, serta bertanggung jawab atas biaya operasional dan pemeliharaan SPKLU.

Sementara, pihak PLN akan menyediakan Surat Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (IUPTL) milik PLN, menyiapkan suplai listrik, dan juga dukungan aplikasi Charge IN dalam pengelolaan SPKLU.

"PLN telah mengembangkan beberapa model bisnis untuk mendukung rencana kerja sama ini supaya lebih atraktif dan efektif untuk mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik," ujar Bob.

Diketahui, skema usaha SPKLU untuk pemegang IUPTL penjualan itu berupa Retail Own Self Operated (ROSO), Retail Own Privately Operated (ROPO), Retail, Privately Owned & Operated (RPOO), Retail Lease Self Operated (RLSO), dan Retail Lease, Privately Operated (RLPO).

Baca juga: Bukan Sembarang Yamaha RX-King, King Ini Berjantung Listrik

Pertamina resmikan SPKLU komersial pertamanya di FatmawatiPertamina Pertamina resmikan SPKLU komersial pertamanya di Fatmawati

PLN menjual listrik dengan tarif curah (faktor Q=1,01) sekitar Rp 714 per kWh kepada badan usaha IUPTL. Sementara badan usaha bisa menjual listrik ke konsumen dengan harga maksimal Rp 2.466 per kWh.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.