Autonomous Emergency Braking, Diklaim Kurangi Fatalitas Kecelakaan

Kompas.com - 17/09/2021, 11:22 WIB
Sistem pengereman otomatis membantu menekan angka kecelakaan. live.landrover.co.ukSistem pengereman otomatis membantu menekan angka kecelakaan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Perkembangan teknologi otomotif kian pesat. Aspek keselamatan pengemudi maupun penumpang jadi salah satu poin utamanya.

Berbagai fitur keselamatan aktif pun ditanamkan dalam mobil-mobil baru. Salah satu teknologi pada fitur keselamatan yang mulai umum ditemui pada mobil kelas mengah adalah Autonomous Emergency Braking (AEB).

Sejumlah produsen mobil asal Eropa, Amerika, maupun Jepang menamai fitur keselamatan tersebut dengan istilah yang berbeda-beda. Tapi, fungsi dan konsepnya sama.

Baca juga: Bertemu Pelat Nomor Dewa yang Minta Jalan, Apa yang Harus Dilakukan?

Fungsi utamanya adalah, melakukan pengereman darurat secara otomatis guna menghindari potensi benturan dengan objek di depannya.

Mengacu pada standar yang ditetapkan oleh Euro New Car Assessment Programme (NCAP), terdapat tiga poin utama menjadi karakteristik dari fitur keselamatan AEB.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ilustrasi Teknologi Automated Emergency Braking (AEB) milik Nissan.Autonews Ilustrasi Teknologi Automated Emergency Braking (AEB) milik Nissan.

Yang pertama adalah autonomous. Ini berarti sistem AEB harus bisa berfungsi secara independen tanpa perlu dikendalikan oleh pengemudi secara manual agar bisa bekerja maksimal menghindari potensi kecelakaan.

Poin kedua yakni emergency. Fitur keselamatan aktif ini hanya akan bekerja pada situasi kritis sesuai pindaian sensor yang sudah terpasang. Dengan kata lain AEB tidak akan bekerja jika tidak ada potensi benturan di sekitar kendaraan.

Baca juga: Kalahkan Marquez, Bos Ducati Beberkan Keunggulan Desmosedici GP21

Lantas yang ketiga adalah braking. Sesuai namanya, AEB aktif untuk menghindari potensi kecelakaan dengan memanfaatkan sistem kerja pengereman pada kendaraan.

AEB bekerja bergantung pada sensor radar yang terletak di bagian depan kendaraan. Beberapa produsen meletakkan sensor tersebut di dekat bagian gril mobil. Saat sensor mendeteksi potensi benturan pada jarak tertentu, maka sistem akan otomatis melakukan pengereman darurat.

Sejak 2018 silam, Komisi Uni Eropa telah mengajukan proposal terkait aturan sistem keselamatan pada mobil baru yang dipasarkan. Teknologi AEB ini jadi salah satu fitur yang wajib ada. Dengan adanya aturan ini, jumlah kasus kecelakaan dapat lebih ditekan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.