Kemenhub Siapkan Program Khusus Mitigasi Kecelakaan Lalu Lintas

Kompas.com - 14/09/2021, 08:02 WIB
Kecelakaan lalu lintas melibatkan satu mobil dan satu motor di Taman Semanggi, Jakarta Selatan, pada Sabtu (20/3/2021) malam. INSTAGRAM.com/TMCPOLDAMETROKecelakaan lalu lintas melibatkan satu mobil dan satu motor di Taman Semanggi, Jakarta Selatan, pada Sabtu (20/3/2021) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Perhubungan tengah menyusun program untuk mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas di Tanah Air.

Program ini bukan hanya akan meningkatkan kualitas pelayanan, tapi juga melakukan mitigasi dan edukasi untuk mencegah kecelakaan.

Budi Setiyadi, Direktur Jenderal Perhubungan Darat, mengatakan, sektor transportasi darat jadi yang paling banyak mengalami kecelakaan.

Baca juga: Siap-siap, Pelat Nomor Kendaraan Bakal Jadi Warna Putih

Mobil fortuner yang ditumpangi Bupati Merangin Mashuri ringsek karena menabrak truk yang berhenti mendadak, pada Kamis (9/9/2021). Dokumentasi Polres Batanghari Mobil fortuner yang ditumpangi Bupati Merangin Mashuri ringsek karena menabrak truk yang berhenti mendadak, pada Kamis (9/9/2021).

“Masih cukup tinggi angka populasi dibandingkan angka kecelakaan yang terjadi. Termasuk juga, bukan hanya jumlahnya, tapi juga tingkat fatalitasnya,” ujar Budi, dalam webinar (13/9/2021).

Berdasarkan data yang dihimpun Kemenhub, Budi mengatakan bahwa Indonesia masuk ke urutan kedelapan dalam negara dengan tingkat kecelakaan tertinggi di Asia Tenggara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Jadi yang berikutnya cukup bagus adalah Singapura, kemudian Brunei Darussalam. Dan Indonesia kemudian memang dibandingkan Thailand dan Vietnam, kita lebih bagus,” ucap Budi.

Baca juga: Mulai Besok, Dispensasi Perpanjangan SIM Berlaku Lagi

Ilustrasi kecelakaanAUTOACCIDENT Ilustrasi kecelakaan

“Data yang ada di Korlantas Polri, 75 persen kecelakaan itu diakibatkan dan berakibat pada kendaraan bermotor sepeda motor,” kata dia.

Oleh sebab itu, pemerintah dalam hal ini membuat suatu program untuk mengkolaborasikan beberapa kementerian/lembaga, yang terdiri dari Bappenas, Kepolisan, Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, dan Kementerian Kesehatan.

“Dalam rangka penanganan dan peningkatan aspek keselamatan lalu lintas, dalam satu program rencana umum nasional keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan atau RUNK,” kata Budi.

“Ada 5 pilar di situ, masing-masing bertanggung jawab dalam rangka melakukan mitigasi dan peningkatan kualitas pelayanan untuk mengedukasi dan juga mencegah kecelakaan, termasuk korban fatalitas,” ucap Budi.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.