Krisis Cip Semikonduktor Diprediksi Memengaruhi Industri Otomotif hingga 2023

Kompas.com - 08/09/2021, 15:12 WIB
Honda mulai produksi Mobilio di pabrik kedua, Karawang, Jawa Barat, Rabu (15/1/2014). Aris FHHonda mulai produksi Mobilio di pabrik kedua, Karawang, Jawa Barat, Rabu (15/1/2014).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kondisi kekurangan pasokan cip semikonduktor untuk produsen otomotif global diprediksi akan berlangsung hingga 2023 mendatang. Apalagi, sampai saat ini belum terlihat pemulihan signifikan di sektor terkait.

Sementara, kasus pandemi virus corona alias Covid-19 belum menunjukkan tren penurunan di sejumlah negara. Di samping itu, permintaan cip terus meningkat diiringi adanya peralihan industri otomotif ke kendaraan listrik dan perkembangan elektronik.

"Kekurangan pasokan cip diproyeksi akan berlangsung enam bulan hingga 2023 mendatang," kata Kepala Eksekutif Soitec, Paul Bodre mengutip AFP, Rabu (8/9/2021).

Baca juga: Sering Putar Setir Mobil Sampai Mentok, Siap-siap Komponen Ini Rusak

Ilustrasi cip semikonduktor yang menjadi salah satu komponen otomotif,PAULTAN.org Ilustrasi cip semikonduktor yang menjadi salah satu komponen otomotif,

Pernyataan serupa juga datang dari CEO Dailmer Ola Kallenius yang mana cip semikonduktor akan berpengaruh terhadap bisnis otomotif setidaknya hingga 2022 dan kembali pulih di 2023.

Adapun pada kondisi terkini, cip semikonduktor tengah mengalami lonjakkan permintaan sehingga beberapa industri dan bisnis yang berkaitan terpaksa untuk menyesuaikannya dari mengurangi sampai penghentian produksi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagai contoh Toyota, yang sudah menyatakan secara resmi bahwa dalam beberapa bulan ke depan akan mengurangi jumlah produksi di beberapa pabrik. Sementara Volkswagen di Brazil mulai mendistribusi beberapa produk tanpa audio sistem.

Baca juga: Catat, Begini Cara Mengurus Motor yang Dicuri tapi Masih Kredit

Ilustrasi cip semikonduktorTHEGUARDIAN.com/Vlad Deep/Alamy Ilustrasi cip semikonduktor

Ford, Land Rover, Stellantis, General Motors, serta beberapa produsen mobil Jepang pun tengah menyesuaikan jumlah produksi bulanannya karena krisis cip semikonduktor.

"Kami berada dalam situasi di mana industri otomotif beralih ke rantai pasokannya untuk memproduksi semikonduktor untuk mencari kapasitas produksi yang jauh lebih tinggi," ucap Boudre.

Soitec sendiri merupakan perusahaan penghasil chip semikonduktor untuk manufaktur smartphone, tablet, komputer, IT, dan pusat data yang berbasis di Isere, Paris.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.