Cerita Ricky Elson Kembangkan Mobil Listrik Pertama di Indonesia

Kompas.com - 10/08/2021, 09:42 WIB
Sedan sport listrik Selo Azwar Ferdian/KompasOtomotifSedan sport listrik Selo

JAKARTA, KOMPAS.com – Ricky Elson bukan nama asing di dunia mobil listrik nasional. Bisa dibilang dialah salah satu orang Indonesia pertama yang menciptakan mobil listrik. Di balik kehadiran karyanya, rupanya banyak menyimpan cerita menarik.

Dalam webinar ‘Implementasi Kendaraan Listrik Indonesia & Masa Depannya’, Ricky Elson yang merupakan ahli dan memiliki beberapa paten motor listrik, menjabarkan awal mula keterlibatannya dalam pengembangan mobil listrik di Indonesia.

“Saya memiliki background sebagai peneliti dan pengembang teknologi di mesin-mesin listrik, baik untuk penggerak ataupun juga untuk pembangkit listrik di Nidec Corporation dari tahun 2006-2014,” ujar Ricky, dalam webinar (9/8/2021).

Pada perusahaan asal Jepang itu, Ricky berfokus dalam riset dan pengembangan electric motor technology. Pada 2010, Ricky bersama rekan kerjanya bahkan dipercaya untuk mengembangkan mobil listrik untuk balap Le Mans kelas Student.

Baca juga: Jangan Mengemudi Tanpa Alas Kaki, Ini Alasannya

Ricky ElsonKOMPAS.com/Ruly Ricky Elson

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kemudian pada 2012, karena di Indonesia mulai bergerak pengembangan kendaraan listrik, waktu itu Pak Dahlan Iskan mengajak saya pulang ke Indonesia, dan pada 30 April 2012 kami bertemu,” ucap Ricky.

Usai bertemu dengan Dahlan Iskan, Ricky langsung diajak rapat yang dihadiri oleh presiden, sejumlah menteri, rektor, dan peneliti dari berbagai universitas ternama di Indonesia.

Menurutnya, ketika itu semua peserta rapat telah menyadari bahwa teknologi penting di dalam kendaraan listrik adalah electric motor. Kemudian system control-nya, baterainya, sistem pengecasannya, dan lain-lain.

Baca juga: Rush GR Sport Resmi Meluncur, Apa Bedanya dengan Toyota Rush Standar?

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Ricky Elson (@ricky_elson)

“Pada waktu itu, saya menawarkan bahwa bisa mengembangkan mesin mobil listrik dalam waktu tidak perlu menunggu 3 tahun sampai 4 tahun. Karena ini menjadi sebuah program nasional yang sangat penting, saya merasa tidak perlu ada yang ditunda-tunda,” tutur Ricky.

“Sehingga rencana yang tadinya tahunan, saya memberikan tantangan untuk menyelesaikan mesin mobil listrik 25 kWh ini dalam waktu 3 bulan,” kata dia.

Rencana tersebut akhirnya terealisasi pada 8 Agustus 2012 atau sekitar 9 tahun yang lalu. Ricky juga mengatakan, ketika itu Dahlan Iskan memintanya untuk mengembangkan mobil listrik pertama buatan Indonesia di PT Pindad.

Baca juga: Resmi, Toyota Luncurkan Avanza Veloz GR Sport dan 4 Model Lainnya

Dahlan Iskan dan mobil listrik Tuxuci.Agung Kurniawan Dahlan Iskan dan mobil listrik Tuxuci.

Dalam pengembangannya, Ricky juga mengatakan bahwa mobil listrik buatannya juga harus mengalami kecelakaan dan berbagai intrik dalam proses produksinya.

“Kemudian saya ditunjuk oleh Pak Dahlan untuk memimpin proyek mengembangkan mobil listrik Selo. Kami mengembangkan dalam waktu kurang lebih 6 bulan, lalu membawanya ke KTT APEC 2013,” kata Ricky.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.