Jangan Ragu Bunyikan Klakson, Jika Bertemu Pesepeda yang Makan Jalan

Kompas.com - 31/07/2021, 09:42 WIB
Warga bersepeda di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (21/9/2020). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 59 Tahun 2020 tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOWarga bersepeda di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (21/9/2020). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 59 Tahun 2020 tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bertemu rombongan pesepeda di jalan kini menjadi pemandangan yang lumrah bagi pengguna jalan.

Tren bersepeda merebak seiring dengan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan pembatasan alat transportasi umum selama pandemi virus Covid-19. Sebab, bersepeda disebut sebagai alternatif alat transportasi yang lebih aman ketimbang angkutan umum.

Meski demikian, tidak sedikit para pesepeda yang kerap berkendara keluar dari jalur, bahkan ada rombongan yang berani bergerombol hingga menutup jalan. Padahal, sudah ada jalur khusus untuk pesepeda di jalan raya.

Baca juga: Promo Motor Sport 250 cc, Ninja dan CBR Dapat Diskon Jutaan Rupiah

Lantas, bagaimana seharusnya pengguna jalan lain seperti pengendara motor atau mobil menyikapi hal ini?

Training Director Safety Defensive Consultant, Sonny Susmana mengatakan, jalan raya merupakan tempat antar sesama kendaraan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Memang sudah ada jalurnya masing-masing, untuk pesepeda, jalurnya berada di kiri jalan. Hal ini karena Indonesia menganut setir kanan, jadi dihitung dari kecepatan kendaraan yang paling rendah yaitu di jalur kiri kemudian baru ke kanan (cepat),” ucap Sony saat dihubungi Kompas.com, Jumat (30/7/2021).

Sejumlah warga sedang mengayuh sepeda di Jalan Tunjungan, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (28/6/2020). Ruas Jalan Tunjungan ramai dikunjungi pesepeda seiring meningkatnya warga bersepeda di tengah pandemi Covid-19. KOMPAS.com/GHINAN SALMAN Sejumlah warga sedang mengayuh sepeda di Jalan Tunjungan, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (28/6/2020). Ruas Jalan Tunjungan ramai dikunjungi pesepeda seiring meningkatnya warga bersepeda di tengah pandemi Covid-19.

Menurut Sony, ketika bersinggungan ada skala prioritas yang harus didahulukan. Prioritas ini dilihat dari faktor penggunanya, dimensi, kecepatan, keamanan dari kendaraan tersebut.

“Para pesepeda memang kerap lupa, bergerombol makan jalur saat di jalan raya. Kondisi ini tentu membuat pengemudi mobil atau motor merasa terhambat. Untuk itu, jangan ragu mengingatkan dengan cara membunyikan klakson minimal jarak 25 meter agar tidak mengaggetkan pesepeda,” katanya.

Baca juga: Persiapan Honda Jelang Balap F1 Grand Prix Hungaria

Sony melanjutkan, kecelakaan fatal dengan pesepeda terutama di persimpangan kerap terjadi karena pengendara motor atau mobil tidak mau mengalah dan merasa benar berada di jalurnya.

“Maka dari itu, untuk menciptakan rasa aman dan keamanan bagi pengguna jalan, sebaiknya para pesepeda tetap mengikuti marka jalan yang tersedia. Sebab, bukan hanya bisa mengganggu pengendara lain, tapi juga mengancam keselamatan pesepeda juga,” kata dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.