Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Kompas.com - 07/07/2021, 14:21 WIB
|


ASSEN, KOMPAS.com - Joan Mir merebut gelar Juara Dunia MotoGP 2020 dengan hanya memenangkan satu balapan dan naik podium enam kali di musim ketika Marc Marquez absen.

Tapi musim ini sedikit berbeda. Dalam sembilan balapan pertama, Mir meraih tiga podium tapi belum pernah menang. Saat ini dia berada di posisi ke-4 di klasemen selisih 55 poin dari Fabio Quartararo.

Jika Mir tidak mencoba mengubah performanya dan para insinyur Suzuki tidak melakukan pengembangan pada GSX-RR akan sulit bagi pebalap Spanyol itu mengejar ketertinggalan.

Baca juga: Jangan Lupa Jaga Kebersihan Kabin Mobil Selama Terparkir di Garasi

Pebalap Suzuki Ecstar, Joan Mir, finis ketiga pada MotoGP Italia 2021 di Sirkuit Mugello, Minggu (30/5/2021). AFP/TIZIANA FABI Pebalap Suzuki Ecstar, Joan Mir, finis ketiga pada MotoGP Italia 2021 di Sirkuit Mugello, Minggu (30/5/2021).

JDi sisi lain Marc Marqez punya pandangan tersendiri. Menurutnya jika seperti itu terus Mir hanya bisa sekali juara dunia tapi tidak untuk tahun-tahun berikutnya.

“Dia melakukan strategi yang sama seperti tahun lalu, berusaha konsisten dan menyelesaikan balapan. Dengan cara ini Anda bisa menang sekali, tapi tidak dengan tahun mendatang,” kata Marc Sky Sport dikutip dari Tuttomotoriweb.it, Rabu (7/7/2021).

Ini bukan pertama kalinya Mir dikritik seperti itu bahkan setelah memenangkan gelar Juara Dunia 2020. Dalam wawancara dengan 'El Mundo' Mir tidak membalas komentar Marc.

Baca juga: Penerapan PPKM Darurat Dikritik Pelaku Sektor Logistik

Joan Mir saat sesi latihan bebas di MotoGP Spanyol 2021. (Photo by PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP)PIERRE-PHILIPPE MARCOU Joan Mir saat sesi latihan bebas di MotoGP Spanyol 2021. (Photo by PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP)

“Marc dan saya mengendarai motor yang berbeda dan dia tidak tahu di mana batas Suzuki. Saya bukan pebalap dengan banyak kecelakaan (jatuh), tapi bukan berarti saya tidak berusaha keras," kata Mir.

"Bagi saya, balapan dengan maksimal juga berarti mengetahui seberapa jauh harus melangkah dan kapan harus berhenti,” katanya.

Sebuah kalimat yang seloah menyindir dua orang sekaligus. Marc yang tak lagi sering jatuh tapi menang di GP Jerman dan rekan setimnya Alex Rins yang empat kali jatuh berturut-turut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke