Ojol Main Ponsel, Nyaris Adu Banteng dengan Mobil

Kompas.com - 25/06/2021, 18:31 WIB
Pengendara ojol main ponsel saat berkendara. Foto: Tangkapan layar Pengendara ojol main ponsel saat berkendara.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pengendara ojek online nyaris menabrak mobil dari arah berlawanan atau sering disebut adu banteng karena diduga terlalu sibuk melihat ponsel.

Dalam video yang diunggah akun Instagram, Dashcam Owners Indonesia, pengendara ojol tersebut keluar dari jalur berada di tengah karena melihat ke arah ponsel.

Kecelakaan tidak terjadi karena menurut video itu, pengemudi mobil membunyikan klakson panjang sehingga membuat pengendara motor tersebut sadar dan menghindar.

Baca juga: Hasil FP1 MotoGP Belanda, Vinales Unjuk Gigi, Rossi ke-15

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dash Cam Owners Indonesia (@dashcam_owners_indonesia)

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dipahami bersama, ponsel adalah modal utama ojol mencari rezeki. Namun yang disesali bekal pemahaman safety riding dari penyedia jasa aplikasi masih minor atau tidak merata.

Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), ada solusi sederhana yang mesti dipahami pengendara ojol agar tidak selalu main ponsel saat berkendara.

"Misalnya, saat mau pegang ponsel, dia harus berhenti," kata Jusri kepada Kompas.com, belum lama ini.

Kemudian saat mencari alamat tidak perlu terus-terusan melihat peta di ponsel, sebab peta bisa diseting dengan mode audio.

"Mencari alamat itu bisa diseting mengeluarkan audio, jadi tidak perlu lihat ponsel,” katanya.

Menurut Jusri, mendengarkan suara aplikasi peta di ponsel via headset berbeda dengan mendengarkan musik saat berkendara.

Baca juga: Banyak yang Belum Tahu, Kunci Manual Juga Punya Immobilizer

antrean ojek online di gerai mcdonalds Jalan Sultan Agung, Rabu (9/6/2021)KOMPAS.COM/WISANG SETO PANGARIBOWO antrean ojek online di gerai mcdonalds Jalan Sultan Agung, Rabu (9/6/2021)

Suara aplikasi tidak keluar sepanjang waktu tetapi sekali-sekali, hal itu dianggap seperti mendengar klakson di jalanan.

“Menggunakan ponsel dua arah itu masalah, kalau satu arah tidak masalah,” ucap Jusri.

Selain itu katanya, penjelasan soal bahayanya main ponsel bukan hanya harus disadari ojek online sendiri tetapi juga oleh orang sekitarnya.

“Jangan sampai keluarga kita yang dikorbankan. Kita mungkin bisa saja enggak naik ojol, tapi keluarga kita dikelilingi situasi itu,” kata Jusri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X