Masih Banyak Pengendara yang Ngebut Tanpa Tahu Risikonya

Kompas.com - 24/06/2021, 19:31 WIB
Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Prof. Dr. Soepomo, Tebet Barat, Tebet, Jakarta Selatan pada Rabu (26/5/2021) pukul 02.00 WIB. Dok. Dimas Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Prof. Dr. Soepomo, Tebet Barat, Tebet, Jakarta Selatan pada Rabu (26/5/2021) pukul 02.00 WIB.

JAKARTA, KOMPAS.comMengemudi di jalanan Indonesia bisa dibilang sangat menantang. Misalnya ketika di jalan tol, sering terlihat pengemudi lain yang mengebut melebihi batas maksimal kecepatan.

Tidak hanya di jalan tol, di jalan raya juga masih sering ditemui pengendara motor yang memacu kecepatannya.

Padahal, ketika mengalami kecelakaan di kecepatan tinggi, tentu risiko cedera bisa lebih parah, bahkan sampai kehilangan nyawa.

Tapi, mengapa masih banyak pengguna jalan yang mengebut di jalanan?

Baca juga: Bahas Interior Daihatsu Rocky 1.2L ADS dan 1.0L ASA

Viral video kecelakaan motor antara Yamaha Nmax dengan Honda Scoopy@feryahmad15 Viral video kecelakaan motor antara Yamaha Nmax dengan Honda Scoopy

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, pengemudi yang berani memacu kendaraan di jalan umum dengan kecepatan tinggi tidak pernah berhitung akan risiko yang bisa terjadi.

“Semakin kencang kendaraan, maka semakin susah dikendalikan. Kemudian risiko selip akibat terpaan angin juga besar. Belum lagi ketika kecelakaan, efeknya semakin fatal,” kata Sony kepada Kompas.com, Kamis (24/6/2021).

Pengemudi yang mengebut tadi hanya mengandalkan kemampuan hard skill-nya saja, tanpa memperhitungkan kemampuan dalam mengantisipasi pada saat genting. Apalagi yang jam terbangnya sedikit, mereka mengebut hanya meniru adegan-adegan di film.

Baca juga: Polisi Tidur Tak Baku Akan Dibongkar, Efeknya Bisa Merusak Komponen Kendaraan

“Faktor perilaku dan pemahaman risiko kecelakaan yang rendah membuat mereka harus menerima pelajaran pahit dahulu untuk berubah yaitu kecelakaan, padahal banyak ruginya,” ucap Sony.

Kadang pengemudi di Indonesia masih berpikir ‘gimana nanti’, artinya tidak memkirkan bahaya yang akan dialami jika mengebut di jalan umum. Seharusnya, mulai berfikir ‘nanti gimana’ agar bisa mengetahui apa saja risiko dari mengebut sebelum melakukannya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X