Kompas.com - 05/06/2021, 14:42 WIB
Kondisi lahan parkir inap di kawasan perkantoran Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (24/6/2015). KOMPAS.com/Andri Donnal PuteraKondisi lahan parkir inap di kawasan perkantoran Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (24/6/2015).

JAKARTA, KOMPAS.com - Akan ada masa ketika pemilik mobil meninggalkan mobilnya terparkir hingga berhari-hari, baik itu di garasi milik sendiri atau di lahan parkir umum.

Mobil yang terparkir hingga berhari-hari memang umum ditemukan ketika pemiliknya sedang berpergian jauh tanpa mengendarai mobilnya.

Bisa juga disebabkan karena si pemilik memiliki kendaraan lain yang lebih sering digunakan untuk harian.

Saat meninggalkan mobil terparkir hingga berhari-hari, ada banyak hal-hal yang harus dipahami dan disiapkan agar mobil tetap terjaga dari kerusakan atau risiko-risiko lainnya.

Baca juga: Intip Spesifikasi Kawasaki J125, Bisa Jadi Pesaing Berat Nmax dan PCX

Jika meninggalkan mobil di lahan parkir terbuka, pastikan mobil tidak diparkir di dekat objek yang berpotensi roboh menimpa seperti tiang listrik, papan reklame, atau pohon.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain risiko tertimpa, Suparna selaku Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak menjelaskan bahwa parkir di bawah pohon juga memiliki risiko terkena tetesan getah pohon.

Parkir di bawah pohonmobilmo.com Parkir di bawah pohon

“Beberapa jenis pohon memiliki getah yang sangat jahat, getah bisa masuk sampai ke pori-pori dan sulit dibersihkan meski sudah dipoles,” kata Suparna saat dihubungi Kompas.com beberapa waktu lalu.

Selain itu, ada pula risiko bodi mobil terkena kotoran dari burung yang bersarang di pohon tersebut. Kotoran burung yang dibiarkan lama hingga mengering bisa ikut merusak cat pada bodi.

Baca juga: Pemilik Mobil Matik Sudah Tahu Arti Angka dan Huruf di Tuas Transmisi?

Pada kesempatan yang berbeda, Didi Ahadi selaku Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor menyarankan untuk tidak meninggalkan mobil dalam keadaan tangki bahan bakar benar-benar kosong.

"Dari segi teknis, ada risiko kerusakan pada sistem bahan bakar, bisa saja pada pompa bensinnya," kata Didi kepada Kompas.com, Jumat (4/6/2021).

Ilustrasi indikator bensinyoutube.com Ilustrasi indikator bensin

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X