Ganjil Genap Akan Diberlakukan, tapi Butuh Tambahan Transportasi Umum

Kompas.com - 05/06/2021, 07:02 WIB
Kendaraan bermotor melambat akibat terjebak kemacetan di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2019). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk memperluas sistem pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap. Sosialisasi perluasan ganjil genap dimulai dari 7 Agustus hingga 8 September 2019. Kemudian, uji coba di ruas jalan tambahan dimulai pada 12 Agustus sampai 6 September 2019. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGKendaraan bermotor melambat akibat terjebak kemacetan di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2019). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk memperluas sistem pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap. Sosialisasi perluasan ganjil genap dimulai dari 7 Agustus hingga 8 September 2019. Kemudian, uji coba di ruas jalan tambahan dimulai pada 12 Agustus sampai 6 September 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sistem pembatasan kendaraan dengan skema ganjil genap (gage) rencananya akan kembali diterapkan untuk mengatasi kemacetan Ibu Kota di masa pandemi.

Namun, rencana tersebut akan dikaji terlebih dahulu pasalnya pemerintah tengah berupaya mengendalikan pandemi Covid-19.

Terkait hal ini, Polda Metro Jaya menyarankan agar moda transportasi sebaiknya dilengkapi dahulu sebelum sistem ganjil genap diterapkan.

Baca juga: Ini Harga Skutik 150cc Honda di Surabaya Awal Juni 2021       

Wadirlantas Polda Metro Jaya AKBP Rusdy Pramana mengingatkan, jangan sampai kebijakan tersebut mengakibatkan penumpukan penumpang yang berpotensi menjadi klaster penyebaran Covid-19.

Menurutnya, saat aturan Gage kembali diterapkan, akan ada perpindahan moda transportasi lantaran masyarakat yang tadinya menggunakan moda transportasi pribadi bakal beralih ke moda transportasi umum.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejumlah penumpang menaiki bus Transjakarta di Jakarta, Selasa (17/3/2020). PT Transjakarta akan menambah rute perjalanan menjadi 123 rute dan menambah jam operasional, hal ini untuk mengurangi antrean panjang yang terjadi di beberapa halte pada Senin (16/3/2020) kemarin.ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT Sejumlah penumpang menaiki bus Transjakarta di Jakarta, Selasa (17/3/2020). PT Transjakarta akan menambah rute perjalanan menjadi 123 rute dan menambah jam operasional, hal ini untuk mengurangi antrean panjang yang terjadi di beberapa halte pada Senin (16/3/2020) kemarin.

“Jadi, memang harus dilihat kesiapannya bagaimana, jangan sampai ada penumpukan di moda transportasi umum,” ucap Rusdy dalam keterangan resmi, Jumat (4/6/2021).

Baca juga: Harga Honda CR-V di Jawa Tengah Setelah PPnBM 50 Persen      

Rusdy membenarkan bahwa di Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin memang bisa diterapkan gage lantaran adanya moda transportasi umum, seperti MRT dan bus transjakarta.

Namun, sejumlah kawasan lainnya masih perlu kajian lebih dalam lantaran belum lengkapnya sarana dan prasara transportasi umum.

“Kami sarankan, rekomendasi manakala diterapkan kembali ganjil genap pada masa pandemi ini. Perlu diperhatikan juga kelengkapan sarana dan prasarana moda transportasi angkutan umum,” kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.