I-Activsense di Mazda CX-5 GT Facelift, Menekan Risiko Kecelakaan

Kompas.com - 27/05/2021, 13:41 WIB
Ilustrasi Mazda CX-5 GT Dok. EMIIlustrasi Mazda CX-5 GT
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Mazda CX-5 GT model terbaru tidak hanya menawarkan tampilan yang lebih segar, baik di bagian eksterior maupun interiornya. Tapi juga menghadirkan teknologi terbaru, yakni i-Activsense.

I-Activsense sebagai fitur keamanan tambahan guna menekan potensi kecelakaan. Terkhusus, saat pengendara mengendarai mobil di malam hari atau cuaca hujan dengan kabut.

Sebab, melalui fitur ini lampu utama bisa bergerak menyesuaikan atau mengikuti posisi setir kemudi (LED headlamp with adaptive front lighting system). Jadi, blind spot di depan dapat dikurangi.

Baca juga: Mazda CX-5 GT Menyajikan Tampilan Desain yang Lebih Menawan

Interior Mazda CX-5 GTKOMPAS.com/Ruly Interior Mazda CX-5 GT

Hal ini sangat berguna untuk melihat objek yang posisinya berada di sudut belokkan. AFS bekerja berdasarkan kecepatan mobil serta sensor yang ada di kemudi.

Dalam pengujian Kompas.com, penambahan fitur tersebut sangat membantu. Hanya saja bila mengemudi di pagi-sore tidak begitu berpengaruh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian fitur lainnya ada Blind Spot Monitoring (BSM) yang bisa memberikan peringatan berupa lampu berwarna kuning di kaca spion saat ada objek bergerak di belakang.

Bila lampu tersebut menyala namun pengemudi memaksakan untuk pindah jalur, maka keluar bunyi peringatan. Adapun jarak sensor BSM membaca kira-kira sampai 50 meter ke belakang.

Tetapi bila mobil dalam keadaan cukup tinggi, suara peringatan yang keluar tidak cukup kencang untuk memperingatkan pengemudi. Stir kemudi pun tidak mencoba menekan keras perpindahan lajur.

Baca juga: Mazda Indonesia Pastikan Napas CX-3 dan Mazda6 Masih Panjang

Mazda CX-5 Facelift Mazda CX-5 Facelift

Lalu fitur tambahan terakhir yang bisa dirasakan secara langsung saat berkendara bersama CX-5 GT facelift ialah Rear Cross Traffic Alert (RCTA).

Fitur yang memanfaatkan sensor belakang mobil ini bisa membantu pengendara saat keluar parkir dengan cara mundur. Pasalnya, sensor terkait dapat mendeteksi objek sekitar.

Bila ada objek yang terdeteksi RCTA maka lampu peringatan di kaca spion juga menyala.

Dengan begitu tabrakan akibat tidak terlihat saat keluar parkir bisa dihindari.

Apalagi, sudah dibantu kamera pengawas bantuan yang terkoneksi ke layar hiburan di tengah. Tapi memang perlu pembiasaan lebih agar pemanfaatan kamera ini optimal.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X